Arie : Terdapat 364 Pemilih Ganda di DPS

0
15


Binjai, SB

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Binjai menemukan 364 pemilih ganda atau pemilih terdaftar lebih dari satu kali dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai tahun 2020.


Ketua Bawaslu Binjai, Arie Nurwanto SH.MH menyebutkan temuan tersebut berdasarkan hasil pengawasan di lapangan Bawaslu Binjai beserta jajaran dan bersumber dari analisis data yang terdapat dalam DPS.


“Selain temuan data ganda tersebut juga ditemukan daftar pemilih yang di atas 80 tahun berjumlah 916 pemilih dan sedang ditindak lanjuti oleh petugas kecamatan dan kelurahan untuk mendalami nama-nama yang kami temukan tersebut apakah DPS tersebut masih hidup atau sudah meninggal dunia” ujar Arie, Selasa (13/10/2020). 


Dijelaskan Arie, dugaan tersebut mencuat karena di analisis terdapat kesamaan nama, tanggal lahir dan tempat lahir bahkan NIK dan NKK. kegandaan pemilih juga berasal dari ganda dalam 1 (satu) TPS, ganda antar kelurahan, dan ganda antar kecamatan. Bahkan terdapat 1 data dengan kelahiran 1900 atas nama taskurun yang beralamat di jalan bantar raya kelurahan berngam kecamatan Binjai Kota dan di kecamatan Binjai Selatan terdapat data yang meninggal namun masih terdaftar di DPS.


“Terhadap temuan ini, Bawaslu Binjai kemarin sudah memberikan rekomendasi perbaikan ke KPU Binjai agar dilakukan perbaikan. Hal ini harus dilakukan KPU Binjai, masih ada waktu sebelum penetapan daftar pemilih tetap (DPT). Sesuai dengan tahapan, program dan jadwal penetapan DPT dilakukan paling lambat tanggal 16 Oktober 2020,” jelas Arie.


Kordiv Pengawasan dan Hubungan Lembaga ini juga menyebutkan, rekomendasi perbaikan yang diserahkan harus ditindaklanjuti segera oleh KPU Binjai, jangan sampai nanti ada masyarakat yang terdaftar lebih dari satu kali di satu TPS karena ketidak tahuannya dalam memahami regulasi sehingga menggunakan hak suaranya lebih dari satu kali.


“Konsekuensi pidana jika pemilih mencoblos lebih dari satu kali, dalam Undang-Undang 10 tahun 2016, pasal 187 huruf b, yaitu “Setiap orang yang pada waktu pemungutan suara dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu atau lebih TPS, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 108 (seratus delapan) bulan dan denda paling sedikit Rp 36.000.000, (tiga puluh enam juta rupiah) dan paling banyak Rp108.000.000, (seratus delapan juta), lanjutnya. Tentu potensi pelanggaran ini harus kita cegah dari awal,” ungkapnya. 


Arie juga mengatakan bahwa kita harus mengawasi dan membantu kerja KPU Binjai dan jajaran agar DPT Pilkada Binjai nanti benar-benar bersih, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, ini merupakan tanggung jawab kita bersama agar Pilkada Binjai berlangsung berintegritas dan berkualitas dan tidak terdapat kecurangan dalam prosesnya,” tegasnya. (Dea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here