Banjir di Siantar Bikin Peternak Bangkrut

0
133

Suarabinjai–Banjir di┬áKelurahan Tanjung Tongah,┬áKecamatan Siantar Martoba┬ábikin bangkrut kelompok peternak.

Pasalnya, hewan ternak berupa kambing yang sudah dipanjar untuk kurban tahun ini hanyut disapu banjir.

Tak pelak, kondisi ini membuat bangkrut peternak, seperti jalnya Sabari (41) dan Sugianto (48).

“Kami enggak sempat menyelamatkan ternak. Karena saat kejadian, kami lebih dahulu menyelamatkan anak dan istri,” kata Subari, Selasa (14/7/2020).

Ia mengatakan, sedikitnya ada enam ekor kambing miliknya yang hilang.

Menurut Subari, keenam ekor kambing itu sudah dipanjar oleh pembeli.

“Kalau nilai enam ekor kambing itu kira-kira Rp 8 juta lah,” kata Subari.

Ia mengatakan, karena kambing itu sudah dibayar oleh pembeli, dirinya pun berharap agar pembeli bisa mengerti kondisi dirinya saat ini.

Jikalau pembeli meminta ganti rugi, Subari bermohon agar mereka bisa bersabar.

“Kalau ada yang komplain, kami berharap pembeli bisa mengerti lah.

Karena saya sendiri juga tidak ingin musibah seperti ini terjadi,” kata Subari.

Dari amatan Tribun Medan, kandang ternak milik Subari rata dengan tanah.

Di rumahnya hanya tinggal potongan kayu sisa kandang ternak.

Di lokasi yang sama, Sugianto juga kehilangan enam ekor kambing.

Katanya, ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi setelah kejadian. Dirinya cuma bisa pasrah.

“Selain kambing, perabotan saya juga rusak semua. Syukur bisa lari ke tempat lebih tinggi di kandang,” ujar Sugianto sembari memperlihatkan tangannya yang memutih akibat berhari-hari mencuci pakaian dan perabot rumah tangga.

Lurah Tanjung Tongah Henri G Purba mengakui ini pengalaman terpahit bagi warganya.

Sebab, lantaran kambing ini berada di persimpangan sungai, air cepat sekali naik dan menyapu warga.

Bahkan, tembok penahanan yang dibangun BKSDA setinggi 3 meter dengan panjang 375 meter di bibir sungai dilampaui oleh banjir.(alj)

(Suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here