Beri Solusi Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Pegiat Minim Sampah Perkenalkan Menstrual Cup

0
127

Suarabinjai–Bahaya yang dapat dihasilkan dari bahan kimia yang terkandung dalam pembalut sekali pakai tidak jarang didengar dari informasi yang beredar di berbagai media massa.

Hal ini merupakan fakta yang acapkali harus diterima dengan lapang dada bagi kaum perempuan karena tidak tahu solusi apa yang harus diperbuat. Serta rasa malas jika harus mencuci pembalut kain yang dapat dipakai berulang kali.

Sebuah alat pengganti pembalut sekali pakai, menstrual cup belum begitu populer di Indonesia.

Menstrual cup berbentuk sebuah corong yang terbuat dari karet atau silikon yang berfungsi menampung darah menstruasi.

Alat ini yang diperkenalkan Miranda Agustien seorang pegiat hidup minim sampah.

Ia mengatakan bahwa dirinya telah menggunakan menstrual cup sejak dua tahun yang lalu.

Ia merasa bahwa menstrual cup menjadi jawaban dari keresahannya selama ini terhadap kesehatannya sendiri dan terhadap permasalahan sampah yang dihasilkan.

“Saya sudah menggunakan menstrual cup sejak dua tahun yang lalu, awalnya tentu merasa asing. Tapi setelah yang ke dua kalinya saya merasa justru menstrual cup ini jauh lebih nyaman dari pembalut sekali pakai. Tidak ada iritasi, keram, atau sebagainya. Yang paling penting ini jauh lebih hemat dan mendukung gaya hidup yang ingin saya mulai yakni zero waste,” ujar Miranda.

Ia menerangkan, bahwa menstrual cup dapat digunakan dengan rentang waktu lima sampai sepuluh tahun. Hal ini mampu menggantikan ratusan atau bahkan ribuan sampah pembalut sekali pakai yang dihasilkan dalam rentang waktu tersebut.

“Kalau beli pembalut sekali pakai biaya yang harus dikeluarkan sudah berapa banyak, belum lagi bahaya yang disebabkan dari kandungan bahan kimia yang ada di dalamnya. Menstrual cup ini bisa dipakai ulang dengan masa pakai bisa mencapai lima sampai sepuluh tahun, jadi bisa lebih hemat dan sehat,” katanya.

Lebih lanjut Miranda menjelaskan mengenai bahaya dari bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam pembalut sekali pakai.

Ia mengatakan dalam teknologi pembalut sekali pakai yang menawarkan kemampuan untuk menyerap darah menstruasi bahkan dengan bahan yang sangat tipis maka semakin banyak kandungan bahan kimia yang ada di dalamnya.

“Beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam pembalut sekali pakai itu terdapar klorin, dioksin, sintetic viber, telates, pestisida, dan zat-zat kimia lainnya yang hampir tidak pernah dicantumkan di dalam kemasan pembalut sekali pakai.

Untuk dioksin sendiri, WHO sudah mengatakan bahwa zat ini merupakan zat yang dapat menyebabkan banyak kanker termasuk kanker serviks dan ovarium,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa dengan menggunakan menstrual cup dirinya tidak lagi merasakan bau dari darah menstruasi yang keluar.

Karena fungsi menstrual cup yang murni menampung darah sehingga darah tidak bercampur dengan zat kimia lainnya yang dapat menghasilkan bau yang tidak sedap. Hal ini berbeda dengan pembalut sekali pakai yang banyak sekali mengandung zat kimia.

“Kalau biasanya orang-orang bilang darah menstruasi itu berbau tidak sedap itu sebenarnya tidak tepat, bau tidak sedap itu dihasilkan dari darah menstruasi yang keluar bercampur dengan bahan kimia yang ada di pembalut sekali pakai. Sementara kalau menggunakan menstrual cup darah murni tertampung dan tidak bercampur dengan apapun sehingga tidak menghasilkan bau,” tuturnya.

Mengenai harga dan bagaimana bisa mendapatkan menstrual cup, Miranda mengatakan bahwa harga menstrual cup sudah lumayan murah jika dibandingkan dengan saat baru keluar sekitar lima tahun yang lalu.

Menstrual cup yang bisa didapatkan pada kisaran harga 200 hingga 300 ribu, melalui berbagai penyedia online yang biasanya adalah toko-toko yang menerapkam sistem eco-friendly.

“Kalau dulu harganya itu mencapai 800 sampai jutaan, tapi kalau sekarang sudah bisa didapatkan dengan harga terjangkau di bawah 500 ribu. Bisa didapatkan secara online di toko-toko eco-friendly yang biasa menjajakan dagangannya secara online,” terangnya.

Perempuan yang juga merupakan founder Zero Waste Medan ini mengatakan bahwa menstrual cup merupakan solusi yang dapat menjawab berbagai permasalahan.

Sekaligus yang dihadapi tidak hanya kaum perempuan, yakni persoalan kesehatan dan lingkungan.

“Intinya menstrual cup menjadi jawaban dari permasalahan yang saya hadapi selama ini, baik dari kesehatan maupun lingkungan,” pungkasnya.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here