Home LAINNYA TEKNOLOGI CEO Facebook Tolak Permintaan Pecah Instagram dan WhatsApp

CEO Facebook Tolak Permintaan Pecah Instagram dan WhatsApp

-

Suarabinjai, — CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg secara tegas menolak permintaan teman lamanya Chris Hughes untuk memecah WhatsApp dan Instagram dari platform-nya. Respons Mark ini sekaligus menanggapi tulisan terbuka Hughes yang mengkritik gaya kepemimpinannya.

“Reaksi saya terhadap permintaan Hughes adalah kami tidak akan melakukan itu [memecah perusahaan] untuk memperbaiki kondisi perusahaan,” ungkap Zuckerberg saat diwawancara France 2 seperti dilansir CNBC.

Dalam tulisan opininya yang dimuat The New York Times, Hughes mengatakan permintaannya itu berkaca pada Pemilu AS 2016 yang membuat Rusia memanfaatkan Facebook untuk menyebar kampanye hoaks, ditambah skandal pencurian data yang melibatkan Cambridge Analytica.

Zuckerberg mengatakan basis pengguna Facebook yang berjumlah lebih dari 50 miliar justru bisa memberikan manfaat bagi pengguna dan sistem demokrasi.

Disela kunjungannya ke Prancis untuk bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron untuk membicarakan pengaturan penggunaan internet.

“Jika kamu menaruh perhatian pada isu demokrasi dan pemilu, maka kamu menginginkan perusahaan seperti kami untuk menginvestasikan miliaran dolar per tahun, seperti kami, untuk membangun teknologi yang lebih canggih untuk melawan campur tangan saat pemilu,” imbuhnya.

Zuckerberg justru mengklaim merogoh kocek lebih besar dari seluruh pendapatan perusahaan ketika go public awal dekade ini.

“Anggaran kami untuk keamanan tahun ini lebih besar. Kami telah mampu membangun bisnis yang sukses yang bisa mendukung besarnya basis data pengguna,” ucapnya.

Selain menuai kritik dari pendirinya, Facebook menghadapi peningkatan pengawasan dari regulator dan politisi AS dan sejumlah negara dunia. Komisi Perdagangan Federal melakukan investigasi terhadap Facebook setelah muncul skandal bocornya 87 juta data yang melibatkan Cambridge Analytica.

Kandidat presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris mengatakan bahwa para pejabat AS harus mempertimbangkan untuk memecah Facebook yang kini menjadi perusahaan media sosial terbesar di dunia. Harris melontarkan usulan tersebut karena mengganggap Facebook telah menjelma menjadi entitas yang tidak bisa diatur.

Facebook dinilai lebih memprioritaskan pertumbuhan bisnis daripada melindungi kepentingan pengguna, terutama terkait kebijakan privasi dan keamanan.

“Saya pikir, ya, kita harus mempertimbangkannya dengan serius (untuk memecah Facebook),” kata Harris.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Hari Pertama PPDB SMPN 1 Binjai di Padati Warga

Binjai, SB Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hari pertama di SMPN 1, Jalan Sultan Hasanuddin, Kec. Binjai Kota, dipadati warga, Selasa (2/7/2019).

15 Teknik Mengajar Guru Masa Kini

Menjadi guru merupakan pekerjaan yang menuntut pembaharuan di setiap harinya. Pembaharuan tersebut tak hanya berdasarkan instrument dalam pengajaran, namun dituntut untuk cerdas...

Guru Swasta di Binjai Belum Terima Dana Sertifikasi 3 Triwulan

Binjai, SB Guru guru sekolah swasta yang ada di kota Binjai hingga sekarang belum juga menerima dana sertifikasi selama 3 triwulan yang seharusnya...

Bermuasal Tanah 1,5 Hektare, ST Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Keluarga Pensiunan Polisi

Suarabinjai,-- Polda Sumut bersama Polres Dairi berhasil mengamankan 7 orang yang diduga pelaku percobaan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Kelurahan Tiga Lingga, Kabupaten...

Undangan ke Medan, Sekeluarga Tewas dalam Kecelakaan Bus Sempati Star vs Xenia, 9 Orang Korban

Suarabinjai, - Bus Sempati Star bernomor polisi BL 776 AA terlibat tabrakan dengan minibus Daihatsu Xenia BK 1085 ZS. Kecelakaan itu...