Home BISNIS & EKONOMI Di Tengah Tiket Mahal, AirAsia Banting Harga Jakarta-Singapura Rp 150 Ribu

Di Tengah Tiket Mahal, AirAsia Banting Harga Jakarta-Singapura Rp 150 Ribu

-

Suarabinjai, – Di tengah persaingan harga tiket penerbangan yang kini mulai mahal, AirAsia malah menawarkan 5 juta kursi promo dalam program BIG Sale 2019. 

Tiket promo penerbangan internsional maupun domestik tersebut bisa dibeli mulai hari ini.

Seperti promo-promo lainnnya, AirAsia BiG Sale 2019 menawarkan harga tiket pesawat yang murah kepada masyarakat pada rute-rute favorit.

Salah satunya yakni rute penerbangan Jakarta-Singapura, AirAsia memberikan tarif promo hanya Rp 150.000. Tentu tarif ini syarat atau ketentuan yang berlaku.

“Promosi bagi setiap anggota AirAsia BIG ini antara lain ditawarkan untuk kursi penerbangan dari Jakarta ke Singapura mulai dari Rp150.000,” seperti dikutip dari siaran pers AirAsia, Jakarta, Senin (17/6/2019).

“Lalu Medan ke Penang mulai dari Rp 230.000 dan Surabaya ke Bali mulai dari Rp359.000, dan berbagai rute AirAsia lainnya,” sambung keterangan pers tersebut.

Namun perlu dicatat, promo ini memiliki batas waktu yakni hanya pemesanan mulai dari 16-19 Juni 2019 dengan jadwal terbang antara 1 November 2019 dan 8 September 2020.

Bahkan AirAsia membuka waktu pemesanan tiket promo ini lebih awal yakni mulai 15 Juni 2019 untuk anggota AirAsia BIG serta pemegang Kartu Kredit AirAsia PermataBank.

“Selesai libur Lebaran, jangan kasih kendor. Langsung siapkan liburan selanjutnya dengan AirAsia dan sekarang saatnya pesan kursinya,” kata Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taburi.

Undang Maskapai Asing

Harga tiket pesawat yang dinilai masih cukup tinggi, membuat pemerintah berencana mengundang maskapai asing masuk.

Jalan yang diinisiasi Presiden Joko Widodo tersebut, dengan alasan untuk membuat kompetisi harga tiket penerbangan lebih kompetitif.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyambut baik rencana Joko Widodo mengundang maskapai asing yang akan masuk ke Indonesia.

Ketua Kadin Rosan Roeslani mengatakan, rencana tersebut akan meningkatkan gairah kompetisi di industri maskapai.

“Di dunia usaha, kompetisi bukan suatu yang harus ditakuti,” kata Rosan di acara Halal Bi Halal di Kemang Timur, Kamis (6/6/2019).

“Adanya maskapai asing masuk akan membuat kompetisi menjadi lebih baik dan efisien,” ujarnya.

Maskapai yang sudah menyambut rencana ini, salah satunya adalah Air Asia.

Rosan bilang harga yang ditawarkan masih bagus dan sanggup dibeli masyarakat Indonesia.

Tujuan masuknya maskapai asing ini untuk menunjang kompetisi harga tiket yang melonjak.

Kendati demikian, maskapai nasional tidak perlu khawatir karena melihat dari market share-nya Lion Air dan Garuda Indonesia masih terbaik dan jadi pilihan utama.

Ilustrasi pesawat terbang. (KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES)

Industri Pariwisata

Menurut Rosan masuknya maskapai asing selaras dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan industri pariwisata di Indonesia.

Perusahaan asing yang masuk melihat potensi penduduk Indonesia sebanyak 267 juta orang dan destinasi pariwisata yang menarik.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengaku tengah mengkaji kemungkinan masuknya maskapai asing di Indonesia.

Usulan tersebut diberikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai solusi dari mahalnya tarif tiket pesawat di dalam negeri.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan, terdapat beberapa syarat untuk perusahaan penerbangan luar negeri beroperasi di bursa penerbangan domestik.

“Kita tidak dengan mudah menerima asing, apalagi bisnis udara membutuhkan kualifikasi yang baik,” kata Budi.

“Sehingga kami sedang kaji dan akan melaporkan ke Presiden sebelum menetapkan,” ujar Budi di Jakarta, Senin (3/6/2019).

Asas Cabotage

Dia menjelaskan, maskapai asing perlu mematuhi asas cabotage dalam penerbangan.

Asas cabotage adalah maskapai asing yang ingin membuka rute domestik harus membangun perusahaan di Indonesia.

Sehingga, 51% dari saham maskapai tersebut telah dinasionalisasi.

“Mereka harus kerja sama dengan perusahaan dalam negeri dengan komposisi saham 49% asing dan 51% nasional. Artinya lebih banyak yang nasional,” katanya.

Selain itu, maskapai asing juga perlu memastikan jaminan tingkat keamanan dalam penerbangan.

Seperti pemeriksaan kelayakan dan usia armada pesawat yang digunakan kepada Kemenhub sebelum akhirnya dilaporkan kepada Presiden.

Menurut Budi, tidak mudah untuk maskapai asing membuka rute domestik.

“Perlu diketahui industri perhubungan udara sangat tight, yang pertama, isi pemainnya tidak banyak dan syaratnya tinggi sekali,” ujar dia.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Wali Kota Binjai Hadiri Syukuran HUT ke 53 Batalyon Arhanud 11/WBY Binjai

Binjai, SBWali kota Binjai H.M. Idaham, SH, M.Si menghadiri acara syukuran dalam rangka HUT ke 53 Batalyon Arhanud 11/WBY di Mako YONARHANUD...

Dapat Tiga Penghargaan, KPU Binjai: “Kerja Belum Selesai, Belum Apa-apa”

Binjai, SB Setelah sebelumnya mendapat penghargaan peringkat ketiga berprestasi tingkat Sumut kategori Elemen DPK Terlengkap pemilu 2019, beberapa waktu...

Walikota Terima Audiensi Panitia Reuni Akbar Smansa

Binjai, SBPanitia reuni akbar SMA Negeri 1 (Smansa) Binjai berkunjung ke Kantor Walikota Binjai, guna memantapkan rencana terkait reuni yang akan digelar...

Tingkatkan Partisipasi Pilkada Tahun 2020, KPU Binjai Lakukan Evaluasi

Binjai, SB Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada Tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai Melaksanakan evaluasi...

Pertandingan Voli Antar SMA Dukung Medan Kota Atlet dan Ajak Jauhi Narkoba

Suarabinjai,- Dalam rangka menyambut HUT TNI ke 74 Tahun 2019, Kodim 0201/BS menggelar Pertandingan Bola Voli Tingkat SMA sederajat se-Kota Medan di...