Home LIFESTYLE TRAVEL Enam Spot Berswafoto Bernilai Edukasi Sejarah di Museum Perkebunan Indonesia

Enam Spot Berswafoto Bernilai Edukasi Sejarah di Museum Perkebunan Indonesia

-

Suarabinjai, – Koordinator Teknis Museum Perkebunan Indonesia (Musperin), Fajar Syaifuhdin menjelaskan, di Musperin ada enam spot untuk berswafoto dengan nilai edukasi sejarah tentang perkembangan perkebunan Indonesia, Selasa (14/5/2019).

Fajar mengatakan enam spot tersebut meliputi, Ruang Sultan Maklum Al Rasyid, Ruang Said Abdullah, Ruang Jacobus Nienhuys), Ruang Trivk Eye (tiga dimensi), Tempat Pesawat Terbang Piper Pawnee, dan, Tempat Lokomotif Merk Ducro & Brauns serta Montok atau kepala kereta buatan scoma.

“Enam spot ini bisa dijadikan spot berswafoto, namun dari spot tersebut para pengunjung bisa mengetahui sejarah perkebunan Indonesia. Karena setiap enam spot tersebut merupakan tempat informasi nilai edukasi tentang sejarah perkebunan Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Harian Musperin, Ibu Sri Kartini, menjelaskan Musperin dikelolah oleh Yayasan Museum Perkebunan Indonesia, yang diresmikan pada tanggal 10 Desember 2016 oleh Gubernur Sumatera Utara dan Direktur Jenderal Perkebunan, serta Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Musperin terletak di Jalan Brigjen Katamso, Nomor 52, Kota Medan. Sri, mengatakan pendirian Musperin digagas dan didirikan oleh seorang tokoh Perkebunan Indonesia Bapak Soedjai Kartasasmita. Kemudian beliau merupakan Ketua Pembina Yayasan Perkebunan Indonesia.

“Museum ini diresmikan bertepatan hari perkebunan Indonesia, dan gedung yang digunakan untuk Musperin ini merupakan cagar budaya. Di mana usia gedung tersebut lebih dari 100 tahun, gedung ini juga milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit yang dulunya bernama Algemene Proefstation der AVROS/ Algemene Vereneging voor Rubberpalnters ter Oostkus van Sumatera),” tuturnya.

Sri menambahkan lagi, bahwa gedung atau bangunan tersebut dahulunya merupakan rumah tempat tinggal Direktur Algemene Vereneging voor Rubberpalnters ter Oostkus van Sumatera (AVROS) pada masa zaman Belanda.

kemudian, di Musperin ini banyak koleksi dan informasi yang dapat dilihat, terutama yang berkaitan dengan sejarah, budaya dan perkembangan perkebunan di Indonesia.

Selanjutnya, simaklah enam spot untuk berswafoto dengan nilai edukasi sejarah tentang perkembangan perkebunan Indonesia sebagai berikut.

1. Ruang Sultan Maklum Al Rasyid

Ketika masuk ruang Sultan Maklum Al Rasyid, Sri, mengatakan pemandu Musperin mengajak pengunjung untuk membaca dan mengucapakan kata-kata ideologi yang ada dipintu masuk ruangan tersebut.

“Jadi pengunjung kalau masuk di ruangan ini, harus wajib membaca tulisan ini dan dipandu oleh pemandu Musperin. Kata-katanya ialah Indonesia, rumah kami dan anak cucu kami, Indonesia rumah kami, dari bumi dan tanahnya, sudah ditumbuhkan berbagai tanaman yang hasilnya bahkan sudah mendahului zaman, menjelajah jauh ke tanah asing. Ini berkah bagi negeri, berkah bagi kita, Kita wajib menghormati dan merawatnya, Karena, Ini adalah berkah untuk anak cucu kita. Nah, jadi seperti itu mengucapkannya dan harus semangat,” katanya.

Sri juga menjelaskan bahwa di ruangan ini memberikan informasi cerita sejarah tentang perkembangan perkebunan Indonesia yang panjang. Baik berkaitan dari jalur perdagangan dan rempah-rempah, hal ini menceritakan sebelum terkenalnya kelapa sawit, teh dan kopi. Karena, sewaktu dahulu yang terkenal merupakan ladah, kayu manis, cengkeh, pala dan vanili.

Kemudian, di ruangan ini juga menceritakan perkembangan sejarah perkebunan, dari zaman perkebunan yang dikelolah oleh Belanda sampai diserahkan kepada Indonesia. Di ruangan ini juga terdapat Dactyloscopish merupakan peninggalan zaman Belanda pada saat itu.

“Dactyloscopish der D.P.V EN A.V.R.O.S, merupakan biro sidik jari pada saat perkebunan di zaman Belanda. Nah, ini merupakan dokumen pendataan para pekerja pada masa itu, yang berkaitan dengan tertib administrasi. Indentitas kepegawaian yang memudahkan kontrol atas diri setiap pekerja, dikembangkan lah suatu sitem sidik jari yang akurat dan yang dilakukan secara manual serta terintergrasi dengan pusat pendataan. Kemana pun mereka pergi pindah bekerja, data dirinya dapat dilacak oleh sistem ini,” ujarnya.

Nah, di ruangan ini tak hanya banyak sumber informasi tetapi bisa menjadi spot berswafoto dengan alat Dactyloscopish serta dengan serangkaian kata-kata sejarah di sketsa yang digantung di dinding ruangan tersebut.

2. Ruangan Said Abdullah

Koordinator Teknis Museum Perkebunan Indonesia (Musperin), Fajar Syaifuhdin, mengatakan ruangan ini berukuran 5,5 m x 4 m, dan ruangan ini berisi informasi tentang komoditas unggulan perkebunan Indonesia. Seperti Kelapa sawit, Kopi, Teh, Kakau, dan Tebuh.

Dari ruangan tersebut pengunjung bisa mendspatkan informasi sejarah serta prodak dari Kelapa Sawit, Kopi, Teh, Kakau, dan Tebuh. Fajar juga menjelaskan bahwa Kelapa Sawit Indonesia merupakan peringkat pertama di dunia.

“Jadi prodak dari Kelapa Sawit itu meliputi Minyak goreng, Lilin, Sabun, Kosmetik, bahkan bisa menemukan jenis-jenis biji kelapa sawit. Selain itu juga mengenal sejarah kopi masuk ke Indonesia, Kakau, dan Tebuh, juga teh” ucapnya.

Dalam hal ini Fajar menceritakan bahwa teh dahulunya merupakan daun hiasan rumah Belanda, Kemudian dibawa ke China serta diteliti ternyata menyimpan kasiat yang baik untuk dikosumsi.

Selanjutnya, di sini juga pengunjung dapat berswafoto dengan prodak-prodak dari kelapa sawit serta dengan background dinding yang bertuliskan sejarah tentang kelapa sawit, kopi, kakau, tubuh dan teh.

3. Ruang Jacobus Nienhuys

Fajar menjelaskan, di ruangan ini berisi informasi tentang komoditas perkebunan yang terkenal yakni Tembakau Deli dan Karet. Kemudian di ruangan ini juga ditampilkan peragaan pemilihan/penyeleksi daun tembakau.

Selanjutnya, pengunjung juga bisa berswafoto di tempat peragaan memanen pohon Karet serta tempat menyeleksi Tembakau Deli. Tak hanya itu, didekat ruang tersebut terdapat sepeda ontel peninggalan Belanda pada masa perkebunan dahulu. Begitu juga sebuah miniatur rumah yang bisa menjemur Tembakau Deli dan Bal sebuah tempat Tembakau Deli untuk diekspor.

4. Ruangan Trick Eye

Dalam hal ini, Fajar mengatakan bahwa di Ruangan Trick Eye dengan berukuran 4,5 m x 4 m, ruangan ini dipergunakan untuk Trick Eye (tiga dimensi) sebagai obyek foto untuk pengunjung.

Di dalam ruangan tersebut terdapat 5 spot gambar untuk berswafoto yang bertemakan perkebunan. Dalam hal ini pengunjung dapat mengabadikan hasil fotonya di Instagram maupun sosmed lainnya.

5. Tempat Pesawat Terbang Piper Pawnee

Tempat Pesawat Terbang Piper Pawnee terletak di halaman di halaman Musperin. Fajar mengatakan, bahwa pengunjung bisa berswafoto dan mendapatkan ilmu sejarah dari Pesawat tersebut.

Sejarahnya Pesawat tersebut diproduksi tahun 1958 dari PTPN II. Pesawat tersebut digunakan selama 49 tahun sebagai penyemprot hama tanaman tembakau.

“Jadi pesawat ini untuk menyemprot hama tanaman tembakau, karena dahulu sangking luasnya area perkebunan PTPN II di Sumut ini,” ucapnya.

5. Tempat Lokomotif Merk Darco & Brauns

Fajar menjelaskan tempat Lokomotif Merk Darco & Brauns terletak di halaman Musperin juga. Lokomotif Merk Darco & Brauns ini buatan Negeri Belanda yang diproduksi tahun 1940.

Lokomotif Merk Darco & Brauns ini dioperasikan oleh PTPN IV untuk mengangkut buah Kelapa Sawit di Kebun pabrik Kelapa Sawit.

Selain itu, di sebelahnya terdapat Montok atau Kepala Kereta Buatan Scoma dari Jerman. Lori ini dipergunakan untuk mengangkut buah Kelapa Sawit oleh PT Socfindo di Kebun Aek Loba Kab. Saha, tahun 1982 sampai 2015. Bahkan, sampai sekarang masih beroperasional di Perusahaan tersebut.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

BERITA KESEHATAN – KIAT PUASA BAGI Penderita Diabetes, Simak juga Faktor Risiko Hipoglikemia

Suarabinjai, - BERITA KESEHATAN - KIAT PUASA BAGI Penderita Diabetes, Simak juga Faktor Risiko Hipoglikemia. Puasa Ramadan adalah suatu kewajiban bagi umat Muslim dengan beberapa pengecualian,...

Gubernur Edy Perintahkan Sekda Pantau Kondisi Kelistrikan agar Tak Lagi Ada Pemadaman di Ramadhan

Suarabinjai,--Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus memonitor pemulihan ketersediaan listrik di Sumut pada bulan Ramadan. Hal tersebut dilakuka dikarenakan...

DETIK-DETIK VIDEO NAPI NGAMUK, Terungkap Kronologi Pengguna Sabu di Blok Wanita dan Tahanan Kabur

https://www.youtube.com/watch?v=2BjbHq1DUsE Suarabinjai--Sejumlah tahanan dikabarkan melarikan diri pasca terjadi kerusuhan hingga pembakaran di Rutan Siak, sebagian tahanan sudah...

Hati-hati OTK Pemecah Kaca Belasan Mobil di Binjai Berkeliaran! Polisi Buka CCTV dan Memburunya

Suarabinjai, - Warga Kota Binjai resah dengan aksi kriminal Orang Tak Dikenal (OTK) yang memecahkan sejumlah kaca mobil pengguna jalan.

PLN Jamin Tidak Ada Lagi Pemadaman Listrik saat Ramadan di Medan dan Sekitarnya

Suarabinjai,--Setelah padam pada Kamis (9/5/2019) dini hari atau saat-saat warga muslim bersiap-siap untuk sahur, kini listrik kembali padam pada Kamis malam sekitar...