Home BINJAI & SEKITARNYA LANGKAT Gugatan Intervensi Kandas Di PT: 500-an Pedagang Pajak Baru Stabat Seperti Dihukum...

Gugatan Intervensi Kandas Di PT: 500-an Pedagang Pajak Baru Stabat Seperti Dihukum Pancung

-

Gugatan Intervensi Kandas Di PT:
500-an Pedagang Pajak Baru Stabat Seperti Dihukum Pancung

SB, Langkat

Nasib ratusan pedagang yang berada di Pasar Tradisional Stabat, Kabupaten Langkat, kian diujung tanduk. Hal itu karena adanya sengketa antara CV Susila Bakti (Penggugat) dengan Pemkab Langkat (tergugat), yang hingga kini proses hukumnya masih terus berjalan.

Bahkan, sekitar 500 pedagang pasar tradisional Stabat, melalui Ikatan Pedagang Pasar Baru Stabat (IPABAS) mencoba melakukan upaya hukum dengan melakukan “Gugatan Intervensi”, namun telat, karena proses hukum sudah sampai Konklusi, dan kemungkinan dalam waktu dekat ini akan divonis oleh Majelis Hakim.

Bahkan sebelumnya, demi mempertahankan haknya dan tidak ingin berpangku tangan, ratusan pedagang melalui IPABAS, terus berusaha. Salahsatunya adalah melaporkan permasalahan mereka kepada Anggota Komisi lll DPR RI, Hinca Panjaitan, dan langsung disikapi dengan turun ke lapangan guna mendengarkan keluhan ratusan pedagang di Pasar Tradisional Stabat.

“Permasalahan ini akhirnya kami laporkan ke Pak Hinca, dan Beliau langsung datang. Beliau sebagai anggota Komisi lll DPR RI yang membidangi masalah hukum, tentunya paham dengan persoalan yang menimpa kami. Namun laporan kami tersebut terlambat, karena ibaratnya kami tinggal mau dihukum pancung saja,” beber Salman, yang mewakili pedagang Pasar Tradisional Stabat, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (3/1) siang.

Walaupun begitu, sambung Salman, pada waktu dirinya beserta pengurus IPABAS diminta sebagai Saksi oleh Hakim, melalui pengacara Pemkab Langkat, kami tetap bermohon pada Hakim untuk berkenan menerima gugatan Intervensi dan meminta kepada Hakim, untuk melakukan sidang lapangan, untuk melihat kondisi pedagang yang sebenarnya.

“Sepertinya sidang lapangan itu disambut baik, namun apakah itu nantinya akan dilakukan oleh Hakim, Wallahuallam. Sebab, untuk melakukan gugatan intervensi, waktunya sudah tidak memungkinkan,” beber Salman.

Begitupun, lanjut Salman, jika Pemkab Langkat kalah dalam kasus ini, para pedagang belum berkenan untuk angkat kaki dari Pasar Tradisional Stabat.

“Kami melihat, saudara Freddy (CV Susila Bakti) menyembunyikan satu surat, yaitu surat perjanjian antara CV Susila Bakti dengan Pemkab Langkat yang mengatakan setelah 10 tahun dikelola CV Susila Bakti, maka CV Susila Bakti akan menyerahkan ke Pemkab Langkat,” tegas Salman, seraya mengatakan, ternyata CV Susila Bakti tidak melakukan penyerahan surat berharga beserta aset bangunannya ke Pemkab Langkat.

“Artinya, CV Susila Bakti mengingkari perjanjian itu. Ini tidak diutarakan ke Majelis Hakim yang mulia, dan kami lihat tidak ada dalam gugatan itu,” ungkap Salman.

Namun, lanjutnya, apabila Pemkab Langkat kalah dalam perkara yang saat ini sedang berjalan, seluruh pedagang akan memberikan kuasanya kepada Asrul Siagian Cs (Lawyer yang ditunjuk oleh Hinca Panjaitan), guna melakukan langkah selanjutnya.

“Seandainya Pemkab Langkat kalah dalam perkara ini, kami para pedagang meminta agar Pasar Tradisional ini diupayakan menjadi Pasar Pemkab Langkat, apakah dengan cara gantirugi atau Konpensasi, karena pedagang sudah pernah melakukan pembelian disini,” bebernya.

Terpisah, Asrul Siagian, saat dikonfirmasi awak media, membenarkan jika Gugatan Intervensi yang dilayangkan para Pedagang, sudah terlambat.

“Kalau untuk gugatan intervensi memang terlambat karena sudah Konklusi dan kemungkinan dalam waktu dekat sudah vonis,” katanya, Kamis (3/1).

Begitupun, dirinya siap mendampingi para Pedagang apabila memang diperlukan untuk melakukan upaya hukum selanjutnya.

Untuk diketahui, sedikitnya 500 Pedagang yang berada di Pasar Tradisional Stabat, merasa terkejut dengan adanya gugatan Freddy Iskandar terhadap Bupati Langkat, terkait kepemilikan kios yang selama ini mereka pergunakan untuk berjualan dan menggantungkan hidupnya.

Menurut para pedagang, Kios kios mereka yang dibangun sejak tahun 1990 an, yang kini sudah menjadi hak mereka karena sudah melakukan kewajibannya (Membayar kredit selama 10 Tahun) tiba tiba di Klaim oleh seseorang bahwa itu adalah miliknya. Mirisnya lagi, mereka mengetahui hal itu setelah Pengadilan Negeri Medan, memanggil mereka untuk menjadi Saksi.

Guna memperjuangkan haknya, ratusan Pedagang melalui Ketua Ikatan Pedagang Pasar Baru Stabat (IPABAS) yang bernama Azhari, meminta Anggota DPR RI dari Komisi lll, Hinca Panjaitan, untuk membantu permasalahan mereka.

“Kami tahunya setelah di panggil oleh Pengadilan Negeri Medan untuk menjadi Saksi. Sebelumnya kami tidak tahu karena kami tidak pernah dilibatkan dalam hal ini. Seharusnya kami diberitahu karena Objeknya adalah kami,” ucap Azhari, dihadapan ratusan Pedagang Pasar Tradisional Stabat, yang berkumpul di dekat Pintu masuk Pasar Tradisional tersebut, beberapa waktu lalu.

Diundangnya Hinca Panjaitan, kata Azhari, karena Beliau adalah Wakil Rakyat yang langsung menanggapi dan merespon aspirasi para pedagang dan bukan janji janji. (Put)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Hari Pertama PPDB SMPN 1 Binjai di Padati Warga

Binjai, SB Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hari pertama di SMPN 1, Jalan Sultan Hasanuddin, Kec. Binjai Kota, dipadati warga, Selasa (2/7/2019).

15 Teknik Mengajar Guru Masa Kini

Menjadi guru merupakan pekerjaan yang menuntut pembaharuan di setiap harinya. Pembaharuan tersebut tak hanya berdasarkan instrument dalam pengajaran, namun dituntut untuk cerdas...

Guru Swasta di Binjai Belum Terima Dana Sertifikasi 3 Triwulan

Binjai, SB Guru guru sekolah swasta yang ada di kota Binjai hingga sekarang belum juga menerima dana sertifikasi selama 3 triwulan yang seharusnya...

Bermuasal Tanah 1,5 Hektare, ST Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Keluarga Pensiunan Polisi

Suarabinjai,-- Polda Sumut bersama Polres Dairi berhasil mengamankan 7 orang yang diduga pelaku percobaan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Kelurahan Tiga Lingga, Kabupaten...

Undangan ke Medan, Sekeluarga Tewas dalam Kecelakaan Bus Sempati Star vs Xenia, 9 Orang Korban

Suarabinjai, - Bus Sempati Star bernomor polisi BL 776 AA terlibat tabrakan dengan minibus Daihatsu Xenia BK 1085 ZS. Kecelakaan itu...