HARI PENDIDIKAN NASIONAL – Ini Kumpulan Kata dan Kalimat Inspiratif dari Para Tokoh Bangsa

0
753

Suarabinjai,– Hari Pendidikan Nasional itetapkan mengikuti tanggal lahir Ki Hajar Dewantara, pahlawan pendidikan bangsa.

Ki Hajar Dewantara yang pertama kali menunjukkan semangat juang di bidang pendidikan.Hari Pendidikan Nasional 2019 diperingati hari ini, Kamis (2/5/2019).

Pendidikan perlu diperjuangkan karena dengan pendidikanlah keadilan dan kesetaraan bisa semakin terwujud dan kita pun semakin bisa menjadi bangsa yang maju. Tidak tertinggal.

Kutipan inspiratif dari 5 tokoh Indonesia ini bisa membuatmu berpikir ulang dan mengumpulkan semangat belajar lagi,

1. Tan Malaka

“Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan”

2. Tan Malaka

Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya 
memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali”

3. R.A Kartini

Sekolah-sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat, tetapi juga keluarga di rumah harus turut bekerja. Lebih-lebih dari rumahlah kekuatan mendidik itu harus 
berasal.”

4. Pramoedya Ananta Toer

“Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”

5. Soekarno

“Belajar tanpa berpikir itu tidaklah berguna, tapi berpikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya!”

Ki Hajar Dewantara

Coba diingat-ingat benar, siapa itu Ki Hajar Dewantara?

Nama aslikah itu? Apa pula ajarannya sampai tanggal lahirnya ditetapkan menjadi hari besar nasional? Tebakan paling baik, yang teringat dari nama ini mungkin kurang lebih hanya, “Umm… tokoh pendidikan nasional?”

Tak usah malu atau merasa dipermalukan kalau tak juga mendapatkan informasi tambahan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Banyak orang sekarang bisa jadi punya ingatan sama pendeknya soal nama ini.

Kalaupun ada tambahan informasi yang teringat, paling banter ya Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan setiap 2 Mei ini punya kaitan dengan Ki Hajar Dewantara.

Soal ajarannya, barangkali hanya anak-anak generasi Orde Baru yang tumbuh besar dalam deretan slogan dan jargon yang masih ingat beberapa hapalan tentangnya.

“Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,” tiga frasa yang dulu rutin jadi soal ulangan atau pertanyaan di ujian kecakapan Pramuka tentang ajarannya.

Terjemahan bebas dalam Bahasa Indonesia kurang lebih, “Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberikan dorongan.”

Sederet slogan tersebut sampai kini resminya masih menjadi acuan bagi guru dalam mendidik para siswanya.

Setidaknya, frasa “tut wuri handayani” masih setia terpajang sebagai bagian dari logo Kementerian Pendidikan Nasional.

Ki Hadjar Dewantara adalah nama alias untuk Raden Mas Soewardi Soerjaningrat sejak 1922.

Lahir pada 1889, tanggal kelahirannya ditetapkan menjadi Hari Pendidikan Nasional, yaitu setiap 2 Mei.

Penetapan Hari Pendidikan Nasional ini muncul di Keputusan Presiden Nomor 316 tahun 1959 dan aturan lain sesudah itu yang merujuk kepada aturan tersebut.

Itu pun, “tentang”-nya adalah “Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur” bersama sejumlah hari peringatan lain.2 Mei 1968, penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan Pemerintah atas jasa Ki Hajar Dewantara yang telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional.

Penggunaan nama alias pada 1922 bertepatan dengan langkah Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah Taman Siswa di Yogyakarta.

Sejak itu, kiprahnya di dunia pendidikan terus berlanjut, sejalan dengan semangatnya melawan penjajahan.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here