Hujan Deras Sebabkan Ratusan Rumah di Binjai Terendam Banjir

0
55

Binjai, SB

Ratusan rumah di sepanjang bantaran Sungai Bangkatan, Sungai Bingai, dan Sungai Mencirim, Kota Binjai, Sumatera Utara, terendam banjir, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu, sejak Selasa (29/09/2020) malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, Rabu (30/09/2020) siang, mencatat, ratusan rumah pada delapan kelurahan di dua kecamatan terendam banjir akibat luapan air dari tiga sungai besar tersebut.

Kondisi itu pun turut menyebabkan sebanyak 3.656 jiwa dari total 900 keluarga menjadi korban banjir. Dimana, Kecamatan Binjai Kota menjadi wilayah terdampak banjir paling parah.

Secara keseluruhan, sebanyak 553 keluarga di Kecamatan Binjai Kota menjadi korban banjir. Jumlah itu terdiri dari 500 keluarga di Kelurahan Setia, 50 keluarga di Kelurahan Kartini, dan 3 keluarga di Kelurahan Satria.

Sedangkan di Kecamatan Binjai Selatan terdapat sebanyak 347 keluarga menjadi korban banjir. Jumlahnya meliputi 200 keluarga di Kelurahan Rambung Barat, 54 keluarga di Kelurahan Rambung Timur, 10 keluarga di Kelurahan Rambung Dalam, 33 keluarga di Kelurahan Binjai Estate, dan 50 keluarga di Kelirahan Tanahmerah.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Sebaliknya, kerugian material ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar, akibat rusaknya beberapa fasilitas umum, bangunan, perkakas, dan tanaman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Binjai, Ahmad Yani Tarigan, melalui Staf Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops), M Surya Wijaya, mengatakan, hingga Rabu (30/09/2028) siang, Satgas BPBD masih disiagakan di beberapa titik banjir, dibantu personel TNI/Polri dan aparatur pemerintah kelurahan setempat.

Selain diperbantukan untuk mendukung proses evakuasi warga dan barang, serta pendirian posko dan operasional dapur umum, Satgas BPBD pun masih terus menginventarisir sarana dan prasana yang rusak akibat banjir.

“Sejauh ini, Pusdalops BPBD Kota Binjai juga masih terus aktif memantau kondisi cuaca dan ketinggian permukaan air dari ketiga aliran sungai terkait, demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan,” ujar Surya.

Sebelumnya, Kepala Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, Burhanuddin, mengatakan, banjir kali ini tergolong paling parah, yang melanda daerah pemukiman sekitar bantaran Sungai Bangkatan sepanjang 2020.

Menurutnya, permukaan air Sungai Bangkatan mulai naik pada Rabu (30/09/2020) dini hari, sekira pukul 01.00 wib, lalu mencapai puncaknya pada pukul 04.30 wib, dengan ketinggian air yang menggenangi pemukiman mencapai hingga 1,5 meter.

“Awalnya saya nggak nyangka air bisa setinggi itu. Apalagi daerah kita sudah lama kali nggak banjir. Tapi begitu tahu ketinggian air sudah membahayakan, saya langsung minta warga mengungsi,” terang pria yang akrab disapa Buyung Abah tersebut. (War)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here