Idul Adha Jatuh pada Minggu 11 Agustus 2019, Berikut Keutamaan, Niat & Doa Puasa di Bulan Dzulhijjah

0
696

Suarabinjai, – Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Idul Adha 2019 jatuh pada Minggu (11/8/2019).

Jelang Idul Adha, ada beberapa ibadah puasa yang disunahkan untuk umat Muslim.

Jumat (2/8/2019), setidaknya ada tiga amalam puasa yang disunahkan untuk dikerjakan menjelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha.

Tiga puasa sunah itu antara lain puasa Arafah, puasa Tarwiyah, serta puasa Dzulhijjah.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Idul Adha yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah pada tahun ini bertepatan dengan 11 Agustus 2019.

Itu artinya, 1 Dzulhijjah 1440 H jatuh pada 2 Agustus 2019.

Terdapat keutamaan serta pahala puasa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, seperti yang disampaikan dalam sebuah hadits.

“Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah.”

“Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan salat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan salat pada malam lailatul qadar.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi).

Berikut ini keutaman dan niat puasa sunnah di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Idul Adha 2019 jatuh pada Minggu (11/8/2019).

1. Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan setiap 9 Dzulhijjah, atau tahun ini pada 10 Agustus 2019.

Pada tanggal itu, umat Muslim yang berhasi tengah menunaikan wukuf di padang Arafah.

Bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, maka dianjurkan untuk menunaikan ibadah puasa Arafah.

Adapun keutamaan puasa Arafah sangat istimewa, di antaranya akan dihapuskan segala dosa selama satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

Hal itu seperti yang disampaikan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Qatadah al-Ansari ra sebgai berikut.

“Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, baginda bersabda, ‘Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang’.” (HR Imam Muslim).

Adapun niat puasa Arafah adalah sebagai berikut:

“Nawaitu shauma ghadin min yaumi arafata sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Sengaja saya berpuasa esok hari, yaitu puasa Arafah sunah karena Allah Taala”.

Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Idul Adha 2019 jatuh pada Minggu (11/8/2019).

2. Puasa Tarwiyah

Selain puasa Arafah, ada juga puasa Tarwiyah yang dilaksanakan setiap 8 Dzulhijjah atau tahun ini bertepatan dengan 9 Agustus 2019.

Keutaman puasa Tarwiyah di antaranya adalah akan dihapuskannya dosa-dosa yang diperbuat pada tahun lalu.

Adapun niat puasa sunah Tarwiyah adalah sebagai berikut.

“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala”.

3. Puasa Dzulhijjah

Yang ketiga ada puasa Dzulhijjah yang dilaksanakan mulai 1 Dzulhijjah sampai 7 Dzulhijjah, atau tahun ini bertepatan dengan 2 Agustus sampai 8 Agustus 2019.

Adapun keutaman tersendiri puasa sunah Dzulhijah pada setiap harinya.

Tanggal 1 Dzulhijjah: Allah mengampuni Nabi Adam AS di Arafah, maka yang berpuasa di hari itu akan diampuni dosa-dosanya.

Tanggal 2 Dzulhijjah: Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut ikan nun, maka orang yang berpuasa di hari itu sama seperti beribadah dan berpuasa satu tahun tanpa maksiat.

Tanggal 3 Dzulhijjah: Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya AS, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dikabulkan doanya.

Tanggal 4 Dzulhijjah: Nabi Isa AS dilahirkan, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihilangkan kesusahan dan dikumpulkan bersama orang mulia di hari kiamat.

Tanggal 5 Dzulhijjah: Nabi Musa AS dilahirkan dan dimuliakan munajatnya, maka orang yang berpuasa di hari itu akan terlepas dari sifat munafik dan siksa kubur.

Tanggal 6 Dzulhijjah: Allah membukakan pintu kebaikan semua nabi, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dipandang Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang.

Tanggal 7 Dzulhijjah: Pintu neraka jahanam dikunci dan tidak akan dibuka sebelum berakhir pada 10 Dzulhijjah, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihindarkan dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran dan dibukakan 30 pintu kemudahan untuknya.

Puasa Dzulhijjah dianjurkan bagi umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Adapun niat puasa Dzulhijjah adalah sebagai berikut.

“Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala”

Itulah keutamaan dan niat puasa sunah di bulan Dzulhijjah. 

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here