Home LAINNYA NASIONAL Kasus Pemecatan Ribuan Guru di Simalungun, Guru Usia 50 Tahun ke Atas...

Kasus Pemecatan Ribuan Guru di Simalungun, Guru Usia 50 Tahun ke Atas Seharusnya Dapat Keringanan

-

Suarabinjai, – Para guru PNS di Kabupaten Simalungun yang berusia di atas 50 tahun menolak aturan yang mewajibkan mereka meraih gelar sarjana Strata 1 untuk tetap mengajar.

Seorang guru yang juga Kepala Sekolah SD di Kabupaten Simalungun mengungkapkan beban kuliah diberikan kepada guru PNS tidak manusiawi.

Guru yang sudah berusia 57 tahun ini mengatakan banyak yang memilih untuk menjadi staf struktural saja.

“Semestinya kan kalau sudah usia seperti saya, enggak perlu lagi kuliah. Sudah tinggal pensiun. Kenapa harus kuliah lagi?” katanya, Kamis (18/7/2019).

Ia mengakusudah memiliki ijazah S1 dari Universitas Pelita Bangsa, namun ijazah itu tidak diterima oleh Pemkab Simalungun.

Ia pun berharap Bupati JR Saragih memberikan pengecualian kepada guru yang telah melewati batas usia 50 tahun.

“Kami mendukung guru untuk S1. Tapi kami yang sudah lewat usia 50 tahun, tidak perlu untuk kuliah lagi. Kami perlu dikasih pengecualian. Sebentar lagi pensiun kami,” katanya.

Dihubungi terpisah, pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Medan Rizal Hasibuan mengungkapkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen telah diatur tentang pengecualian terhadap guru yang telah berusia di atas 50 tahun atau menjelang pensiun.

“Kita harus melihat dari sisi kemanusiaan. Kalau memang di atas 50 tahun, sebaiknya dibiarkan mengajar hingga pensiun. Namun, kalau masih dibawa 50 tahun, bisa menjalani kuliah,”katanya.

Rizal menyetujui adanya ketegasan menegakkan aturan demi meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, katanya, perubahan untuk meningkatkan kualitas harus dilakukan dengan cara bertahap. Tidak secara mendadak.

Rizal juga menyoroti tentang adanya aturan agar para guru melanjutkan kuliah di kampus yang ada di Simalungun dan Siantar.

“Tapi perlu dibebaskan para guru itu mengambil S1 di daerah Sumut. Bisa ke Tanah Karo. Terpenting, kualitas universitas itu terjamin. Jangan hanya ke Unefa,” katanya.

Untuk mengisi kekosongan guru, Rizal berpendapat pemerintah dapat memberdayakan para honorer.

“Sementara bisa diberdayakan guru honorer untuk mengisi kekosongan,”katanya.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Raih Medali di Kejurnas Bandung, Kapolres Binjai Beri Apresiasi Kepada Atlit Porkemi

Binjai, SB Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto memberikan apresiasi kepada para atlit Porkemi Binjai yang berhasil meraih medali...

Berhasil Mengungkap Beberap Kasus Besar, Nugroho Dipromosikan Jadi Kapolres Jepara Polda Jateng

Binjai, SBKapolri Jenderal (Pol) Idham Azis mengeluarkan TR bernomor ST/3233/XII/KEP/2019 tertanggal 6 Desember 2019 tentang mutasi Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto.Mantan...

Wanita Tanguh Zaman Milenial, Peraih mendali emas randori senior Kempo Kejurnas Bandung

Binjai, SB Menjalani kehidupan disiplin dan keras sudah tertanam pada diri...

Porkemi Binjai Raih Enam Medali di Kejurnas Bandung

Binjai, SB Meski kurang dukungan dari Pemko Binjai Porkemi tetap bisa meraih tiga emas satu perak dan dua perunggu...