Kenalkan Sala Lauak Kuliner Khas Sumatera Barat, Bisa Meledak di Wajan Bila Salah Takaran

0
2291

Suarabinjai,– Bagi yang hendak ke Sumatera Barat, Sala Lauak termasuk kuliner yang direkomendasikan untuk dinikmati.

Lebih dikenal sebagai gorengan khas Pariaman, Sala Lauak memiliki bentuk bulat.

Memang dari segi bentuk sangat sederhana.

Namun bila melihat cara membuatnya, akan membuat Anda agak terpana.

Bila tidak paham dengan cara membuatnya, sangat disarankan tidak membuat Sala Lauak sendiri.

Lebih aman dibeli saja.

Bila salah takaran saat proses membuatnya, bisa-bisa Sala Lauak akan meledak dalam wajan saat digoreng.

Efeknya, tentu saja minyak panas bisa mengenai Anda.

Kok Bisa?

Sebelum mengetahui penyebab meledaknya, kenali dulu yuk bagaimana cara membuat Sala Lauak. 

Sala Lauak menjadi salah satu gorengan khas Ranah Minang.

Sala lauak merupakan cemilan yang berasal dari Kota Pariaman yang berada di kawasan pesisir Sumatera Barat.

Tak hanya di Pariaman, keberadaan cemilan legendaris Sala Lauak ini bisa ditemukan para penikmat kuliner di Padang.

Sudah tiga tahun mereka berjualan sala lauak di Pasar Raya Padang.

“Saya membuat adonannya di rumah, jadi tinggal dibulat-bulatkan saja di sini” kata Dasman.

Dasman mengatakan bahan yang ia gunakan adalah tepung beras, ikan, bawang merah, bawang putih, ragi, garam, kunyit, daun kunyit dan bumbu penyedap.

Setiap pedagang beda bahannya, beda pula cara membuatnya,” ujarnya.

Main ke Pariaman Jangan Lupa Cicip Sala Lauak hingga Sala Kepiting, Harga Mulai Rp 500/biji
Main ke Pariaman Jangan Lupa Cicip Sala Lauak hingga Sala Kepiting, Harga Mulai Rp 500/biji

Ia menjelaskan tahapan pembuatannya pertama tepung beras tersebut direndang terlebih dahulu.

“Dirandang dulu tapuang, masiak-masiakan (direndang dulu tepung hingga kering),” kata pria kelahiran 1978 ini.

Marleni juga menjelaskan bahan-bahan tersebut digiling sampai halus.

Sedangkan untuk ikannya Marleni mengatakan ikan tersebut direbus hingga dagingnya matang dan lunak.

“Biar tulangnya juga lunak, jadi gampang diolah,” jelas perempuan berumur 35 tahun ini.

Sala lauak yang mereka jual biasanya menggunakan jenis ikan asin, ikan sarden, dan ikan sala.

“Ada sebagian yang menggunakan terasi,” ungkap pria bertopi putih ini.

Kemudian, iris-iris daun kunyit yang telah disediakan.

Dasman menambahkan siapkan air yang sudah matang kemudian diberi pewarna makanan.

Siapkan air mendidih untuk menyiram adonan,” jelasnya.

Masukkan bahan-bahan yang sudah digiling, daun kunyit yang sudah diiris halus ke dalam panci yang sudah berisi air dan masak sampai mendidih.

Kemudian masukan bumbu penyedap.

Dasman mengatakan adonan jangan terlalu banyak dicampur air.

Bila kurang bisa ditambah sedikit demi sedikit daripada langsung banyak.

Jika sudah mendidih masukkan tepung yang sudah dirandang tadi.

Kemudian aduk sampai rata saat masih di atas kompor.

“Sakit tangan saat ngaduknya,” canda Marleni .

Rohim Maizal seorang pedagang sala lauak di dekat Puskesmas Alai, Jalan Teuku Umar, Alai Parak Kopi, Padang.
Rohim Maizal seorang pedagang sala lauak di dekat Puskesmas Alai, Jalan Teuku Umar, Alai Parak Kopi, Padang.

Marleni memberi tips jangan mengaduk adonan dalam air dingin karena sala lauak akan keras dan tidak renyah.

Jika sudah rata adonan sala lauak tersebut siap untuk dibulatkan kecil-kecil.

“Kalau kami jualnya ukuran kecil saja,” kata Dasman

Setelah dibulatkan kecil-kecil, masukkan ke penggorengan yang panas.

“Nanti kalau sudah berwarna kuning agak kemerahan, baru diangkat, biasanya itu sudah gurih,” tutur Marleni.

Sala lauak berbentuk bola-bola kecil berwarna kuning ini mempunyai rasa yang gurih enak bagi Anda pencinta kuliner.

Rohim Maizal seorang pedagang Sala Lauak lainnya di Padang mengaku, meskipun bertahun-tahun dirinya membuat sala lauak, tragedi sala lauak meledak juga sering dialaminya.

“Ya seringlah, nih liat,” ujar Rohim sambil menunjukkan langit-langit gerobaknya yang terkena percikan saat Sala Lauak tersebut meledak.

Menurutnya, itu terjadi bisa disebabkan karena beberapa hal.

Sala Lauak Gorengan Khas Pariaman yang Legendaris
Sala Lauak Gorengan Khas Pariaman yang Legendaris

Di antaranya, takaran minyak yang tidak pas atau api yang tidak cocok kadang api terlalu besar bahkan terlalu kecil.

“Kadang minyak terlalu sedikit, dan adonan banyak dimasukin, atau sebaliknya, karena itu sala meledak saat digoreng),” jelas pria berumur 53 tahun ini.

Rohim menambahkan, semua dilakukan harus seimbang saat menentukan ukuran api, adonan, hingga saat menuangkan minyak.

Rohim mengatakan bahan yang ia gunakan adalah tepung beras, ikan, bawang putih, garam, kunyit, dan daun kunyit.

“Saya tidak pakai bawang merah dan bumbu penyedap, karena sudah dari dulu memang tidak pakai,” sebutnya.

Menurutnya, kesalahan adonan tidak menjadi penyebab terjadinya tragedi sala lauak meledak saat digoreng.

Ia juga menambahkan cara pembuatan sala lauak miliknya ini sama dengan cara pembuatan pada umumnya.

Rohim menjual seharga Rp500 per satu sala.

“Alhamdulillah dalam sehari bisa terjual sekitar 500 sala,” tutupnya.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here