Kerugian Kebakaran Rumah Pemilik Pesantren Darul Arafah di Kutalimbaru Capai Tiga Miliar Rupiah

0
83

Suarabinjai–Nilai kerugian akibat kebakaran yang melanda rumah utama pemilik Pesantren Darul Arafah Kutalimbaru, Deliserdang mencapai angka miiiaran rupiah.

Kapolsek Kutalimbaru Polrestabes Medan, AKP Hendry Surbakti menyebutkan, nilai kerugian dari kebakaran tersebut mencapai angka 3 miliar rupiah.

“Nilai kerugian kita taksir mencapai tiga miliar rupiah karena rumah cukup besar dan kita dapat informasi ini adalah rumah utama dari pemilik pesantren Sutan Naga Lubis,” tuturnya di lokasi, Senin (27/7/2020).

Hendri menerangkan, penyebab kebakaran tersebut adanya korsleting di lantai dua rumah.

“Penyebab pasti belum dapat kita pastikan, nanti kita akan berkoordinasi dengan Labfor Polda Sumut. Tapi keterangan dari pemilik rumah kemungkinan adalah arus pendek listrik korsleting,” ungkapnya di lokasi kebakaran.

Ia menyebutkan pemadam kebakaran membutuhkan waktu satu jam untuk memadamkan si jago merah yang menyala-nyala tersebut.

“Lebih kurang sekitar satu jam lebih untuk memadamkan api hingga benar-benar padam,” ungkapnya.

Hendry menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran yang melahap rumah utama pemilik pesantren, Haji Amrullah Naga Lubis di Jalan Berdikari No.1A Desa Lao Bakeri, Sampe Cita, Kutalimbaru, Deliserdang tersebut.

“Tidak ada korban jiwa, tapi waktu kejadian istri pemilik rumah, serta anaknya dan ada dua pembantunya berada di lokasi saat melihat api dan langsung dilarikan,” tuturnya kepada Tribun.

Ia menyebutkan, rumah tersebut sangat cepat hangus terbakar karena bangunan tersebut terbuat dari kayu.

“Namun karena objek kebakaran adalah rumah yang terbuat dari kayu api sangat cepat membesar kemudian tadi sudah berhasil dipadamkan,” ungkapnya.

Hendry membeberkan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 10.30 WIB.

“Kita awalnya menerima laporan bahwa terjadi kebakaran Pesantren Darul Arafah di kelurahan Sampe Cita, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang sekitar setengah 11 tadi. Dan kita langsung turun ke lokasi pemadam kebakaran sudah terlebih dahulu dihubungi,” tuturnya saat memantau langsung di lokasi.

Amatan Tri bun, terlihat si jago merah sudah membakar habis rumah sekitar pukul 10.30 WIB.

Dimana api mulai merembet habis di atap rumah di lantai dua gedung berukuran 30×30 meter tersebut.

Terlihat sembilan mobil pemadam kebakaran (damkar) telah diturunkan untuk memadamkan api. Sebelum mobil damkar turun terlihat para santri sudah diturunkan untuk membantu memadamkan api.

Terlihat para santri mencoba membawa air dan melempari ke arah api, sedangkan santri lainnya coba mengamankan barang-barang yang berada di sebelah rumah.

Namun, sekitar pukul 11.45 WIB terlihat bangunan sudah ludes terbakar dan tinggal menyisahkan puing-puing arang. Para pemadam sudah mulai melakukan pendinginan terhadap bekas-bekas terbakar.

(Suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here