Ketua GNPF : CDI Bukan Cafe Melainkan Diskotik

0
708

Binjai, SB

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, lagi lagi menyoroti keberadaan beberapa Tempat Hiburan Malam (THM) maupun Diskotik yang ada dipinggiran Kota Binjai.

Salah satu THM yang disoroti oleh Sanni Abdul Fattah adalah Cafe Duku Indah (CDI) yang berada di Salang Tunas, Namo Rube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Menurut Ustadz Sanni (panggilan akrab Sanni Abdul Fattah) Cafe Duku Indah (CDI) bukanlah sebuah Cafe pada umumnya, melainkan sebuah Tempat Hiburan Malam yang bernama Diskotik.

“Itu bukan Cafe, tapi itu Diskotik!! Tempat tempat seperti itu adalah tempat perusak anak bangsa, bahkan tempat beredarnya narkoba disana,” tegas Ustadz Sanni dengan nada kesal, saat dikonfirmasi awak media, Senin (14/12) malam.

Pun begitu, ia mengaku sangat heran dengan keberadaan Diskotik yang ada dipinggiran Kota Binjai tersebut. Sebab menurutnya, terkesan ada pembiaran dari aparat penegak hukum. “Mengapa aparat penegak hukum diam saja. Apa mereka tidak tau atau pura pura tidak tau,” ungkapnya.

Ia menilai, pemilik beberapa Diskotik, khususnya Diskotik CDI, sangat pintar dan lihai dalam menjalankan bisnisnya. Sebab, mereka membangun tempat usahanya di daerah yang masuk Kabupaten Deli Serdang.

“Lihai sekali mereka itu, membangun tempat usaha seperti itu diperbatasan daerah. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, bahwa CDI dan diskotik lainnya ini dibekingi oleh aparat. Ini yang membuat mereka tidak merasa takutnya dan mereka merasa bebas menjalankan usahanya,” beber Ustadz Sanni dengan nada kesal.

Sebagai salah seorang tokoh agama, ia juga meyakini adanya transaksi narkoba, sehingga para pengunjung Diskotik dapat dengan dengan mudah memperoleh dan menkonsumsinya.

“Apakah mungkin para penikmat Diskotik itu tidak menggunakan narkoba!! Mustahil itu. Belum lagi sepanjang yang Kami pantau bahwa banyak para penikmat diskotik itu adalah masih berusia muda sekali, bahkan banyak yg masih dibawah umur. Mau jadi apa generasi anak bangsa ini nantinya,” ungkapnya dengan nada geram.

Untuk itu, sebagai Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, ia mengajak kepada seluruh para Ulama, para tokoh tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya, untuk dapat menyuarakan bahayanya tempat tempat seperti Diskotik itu.

“Itu merupakan tempat perusak anak bangsa dan harus ditutup, sebelum kerusakannya meluas kemana mana. Coba bayangkan jika ada anak kita, cucu kita atau keluarga kita bahkan teman kita atau siapa pun yang sudah rusak kehidupannya diakibatkan karena adanya Diskotik itu. Apa kita harus diam. Pikirkanlah,” ujar Ustadz Sanni.

Oleh karena itu, lanjut pria yang juga dipercaya sebagai Ketua Satgas Anti Narkoba (SAN) Kota Binjai ini, ia juga sangat berharap kepada para penguasa yang akan memimpin Kota Binjai, untuk dapat berusaha dengan kekuasaannya agar dapat bersuara dan berusaha dengan berbagai macam cara, agar Diskotik tersebut dapat ditutup.

Tidak hanya itu, ia juga meminta kepada aparat penegak hukum, agar menindak tegas Diskotik yang berada di perbatasan Kota Binjai tersebut.

“Walaupun ada Diskotik yang sengaja dengan liciknya dibangun di daerah Deli Serdang, tapi kalau penguasa di Kota Binjai ini semuanya bersuara dan meminta agar tempat tempat laknat itu ditutup, maka tentunya ini akan menjadi kenyataan. Coba pikirkan, sudah berapa banyak anak anak muda disini yang menjadi pecandu narkoba. Sudah berapa banyak keluarga yang hancur akibat hadirnya Diskotik itu. Maka dari itu, kami tidak bosan bosannya selalu mengingatkan akan bahayanya keberadaan Diskotik Diskotik tersebut,” tutup Ustadz Sanni meakhiri pembicaraannya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here