Kos Kosan Digerebek Polsek Binjai Timur

0
67


Binjai, SB

Kos-kosan yang berada di Jl. Ir. Sukarno Hatta KM 18,5, Kel. Tunggurono, Kec. Binjai Timur, diduga sebagai tempat tinggal para waria dan wanita yang di klaim meresahkan masyarakat, digrebek Polsek Binjai Timur, Jum’at (24/07) pukul 11.30 Wib.
Sebelum nya, juga sering dilaksanakan razia dan mengamankan para waria di Polsek Binjai Timur, penertiban terakhir dilakukan Tim Gabungan Sat Pol PP, Dishub Pemko Binjai dan Polres Binjai pada akhir bulan Desember 2019.
Tetapi hal itu, masyarakat kembali melaporkan nya, pada Rabu (22/7), di akun facebook bernama Jhon Karokaro, salah seorang warga setempat meminta tolong kepada Kapolres Binjai untuk mengamankan para Waria dan Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tinggal di kos-kosan tersebut melalui status facebook.
“Sering terjadi keonaran bahkan mepengaruhi anak remaja kami , karena lokasi juga sebagai tempat transaksi narkoba,” tulis Jhon Karokaro di akun status facebook.


Menanggapi ada nya status facebook tersebut, dipimpin Kapolsek Binjai Timur Iptu A. Pardede, Kanit Reskrim Ipda H Sibuea, Kanit Intel Aiptu P. Siahaan, Kanit Provost Aiptu Nuf Muhammad, Ka. SPK Aiptu Dodi, Bhabinkamtibmas Kel. Tunggurono Aiptu Pestana Ginting, Bhabinkamtibmas Kel. Sumber Karya Aiptu Bambang, Petugas Patroli Bripka Litna Sembiring dan Kepling Lk. III Hanafi menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan.Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting membenarkan adanya dilakukan razia pada kos-kosan yang ada di KM18,5.
“Pada rumah kos-kosan, ditemukan 8 orang waria dan 2 orang wanita, mereka mengaku telah menyewa rumah kos-kosan dengan membayar bulanan, umumnya Waria merupakan penduduk Kota Binjai dan Kabupaten Langkat,” ujar Siswanto.
Kata Siswanto, Hanafi yang merupakan Kepling setempat, menerangkan, waria dan wanita yang tinggal di lokasi tersebut tidak pernah melapor kepada Kepling.
“Sudah beberapa kali mencoba menghubungi pemilik nya, tapi sampai saat ini tidak pernah hadir untuk membicarakan perihal rumah kontrakan milik nya,” jelas Siswanto, keterangan Kepling Lk III.
Usai diberi bimbingan dan arahan, waria dan wanita yang mengontrak di rumah kos-kosan tersebut membuat perjanjian, didepan Kepling, bahwa akan meninggal kan tempat kos-kosan dalam waktu 1 X 24 jam karena sudah meresahkan warga sekitar. (Dea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here