Home BINJAI & SEKITARNYA MEDAN Menang Kasasi Lawan Rektor UMSU, Dua Mahasiswa Teknik Fahri dan Juhri Bersyukur

Menang Kasasi Lawan Rektor UMSU, Dua Mahasiswa Teknik Fahri dan Juhri Bersyukur

-

Suarabinjai,– Dua Mahasiwa Fakultas Teknik UMSU M Fachri Zendrato dan M Juhri Sipayung kembali mengalahkan gugatan kasasi yang diajukan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Agussani di Mahkamah Agung.

Dua mahasiwa yang diskorsing pihak kampus dengan pembakaran gedung pada 2017 silam ini mengaku senang dan bahagia akhirnya kasusnya menemui titik akhir, usai berjibaku di PTUN, PTTUN dan terakhir MA.

Fachri meminta pihak kampus meminta pihak kampus berlapang dada untuk menerima kenyataan bahwa pihaknya telah kalah di Pengadilan tingkat akhir.

“Yang pasti pertama, Alhamdulillah bersyukur, mudah-mudahan nanti setelah ada kekuatan hukum ini. Harapan saya pihak rektorat lapang dada lah menerima kami kembali sebagai mahasiwa. Itunya harapan terbesar kami,” jelasnya, Minggu (14/4/2019).

Ia menjelaskan bahwa seharusnya ada timbal balik antara dirinya dengan pihak kampus, dimana ia bersama Juhri mematuhi perintah kampus.

“Berharap lah selanjutnya gitu langsung dieksekusi, ya disini kedewasaan pihak rektorat jangan lagi ada istilah lain, pokoknya menerima. Kamikan selaku mahasiwakan juga menerima juga keputusan yang dibuat orang itu,” tegasnya.

Fachri mengungkapkan bahwa sudah hampir 2 tahun lebih dirinya tak lagi bisa mengenyam pendidikan, dan hal tersebut membuat dirinya sedih.

“Ya kalau diingat lagi, kami diskorsing terhitung Oktober 2017 lalu sampai April 2019 ini lah, karena memang saya jujur ingin menyelesaikan kuliah saya. Saya ingin menjadi insyur,” pungkasnya.

Senada, Juhri Sipayung menyebutkan sangat bersyukur dengan ditolaknya kasasi yang dilakukan Rektor UMSU.

“Ya bersyukur kali, karena kami sudah menunggu sampai 3 tahap dari banding dan kasasi. Alhamdulillah pihak ketiga ini menang, bersyukur kali,” jelasnya.

Bahkan ia menginginkan agar pihak rektorat segera memberi kepastian untuk kejelasan dirinya dan rekannya.

“Lanjut kuliah tentu harapan terbesar kami, juga harapannya pihak tektoran menjalankan putusan Ma, agar kuliah terkatung-katung,” tutupnya.

Diketahui, Mahkamah Agung (MA) telah resmi menolak gugatan kasasi yang diajukan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Agussani pada 14 Februari 2019 lalu.

Melalui web https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara/ bahwa Majelis Hakim MA yang diketuai Is Sudaryono bersama hakim anggota Hary Djatmiko dan Supandi menolak kasasi yang dilakukan Rektor.

Dengan ini maka dua mahasiswa Fakultas Teknik UMSU M Fachri Zendrato dan M Juhri Sipayung berhasil mengalahkan pihak rektorat dari tiga tingkat pengadilan yaitu Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di 11 Mei 2018 ,Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) dan Mahkamah Agung.

Dimana isi dari putusan PTUN adalah poin pertama mengabulkan gugatan penggugat (mahasiswa) seluruhnya, kedua membatalkan surat tentang skorsing kedua mahasiswa, ketiga memerintahkan tergugat untuk mencabut surat skorsing kedua mahasiswa.

Serta putusan dari PTTUN yang menguatkan putusan dari PTUN Medan pada 9 Agustus 2018 lalu.

Kuasa Hukum dua mahasiswa UMSU, Aidil A Aditya menyebutkan bahwa dirinya bersyukur akhirnya kasus diskriminasi terhadap kliennya berkekuatan hukum tetap (inkrah)

“Mereka banding ditolak juga, baru mereka kasasi lagi dan ini kalah lagi. Pertama kita pastinya bersyukur karena putusan kasasi ditolak Kitakan minta supaya mahasiswa itu kembali biasa lagi di bangku kuliah,” tuturnya, Minggu (14/4/2019).

Ia bahkan menegaskan bahwa seharusnya pihak rektorat segera merealisasikan hasil putusan dari Mahkamah Agung ini karena sudah final.

Nah kita harapkan rektor mematuhi putusan kasasi ini karena sudah putusan final dan sudah kekuatan hukum tetap. Pastinya segera pihak rektorat menjalankan putusan kasasi ini. Kalaupun mereka nanti lakukan PK, ya mereka (Rektor) harus tetap dijalankan, kalau mereka taat hukum,” tuturnya.

Selanjutnya, Aidil menyebutkan akan berdiskusi dengan dua mahasiswa Fachri dan Juhri serta aliansi mahasiwa untuk langkah yang akan segera dieksekusi.

“Nah langkah kita yang pertama diskusi dengan kawan-kawan mahasiswa dan aliansi, apakah kawan-kawan mahasiswa akan bersama-sama memberangkatakan kawan dua ini ke kampus nanti,” tuturnya.

Ia menyebutkan dalam minggu ini akan menjemput salinan putusan dan akan memberikan kepada pihak rektorat UMSU.

“Ini kemungkinan minggu ini kita ambil dulu putusannya. Nanti salinannya kita serahkan pada pihak UMSU,” pungkas Aidil.

Sementara, Humas UMSU, Ribut Priadi menyebutkan bahwa pihaknya masih akan nenerima salinan putusan MA dari keduanya.

“Sementara karena kita belum terima putusan itu secara resmi, ya kita tunggu dululah,” cetusnya

Ia menyebutkan bahwa Berikutnya pihaknya akan menyerahkan kasus ini untuk lebih didalami oleh tim hukum UMSU.

“Untuk selanjutnya, nanti tim hukum UMSU yang akan mengkaji apakah perlu dilanjutkan atau gimana, untuk sementara ya kita tunggu dulu putusannya,” tegasnya.

Ia menjelaskan akan ada berbagai kemungkinan yang terjadi, Ribut menyebutkan bisa juga pihaknya melakukan PK dan pastinya akan tetap menghormati putusan hukum

Bisa jadi PK, bisa jadi kita terima. Biar nanti tim hukum yang mengkajinya. Prinsipnya, UMSU akan menaati proses hukum yang berjalan. Dan nanti setelah putusannya kita terima secara resmi, tim hukum UMSU akan mengkaji apa tindak lanjut dari proses yang sekarang ini,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut, Ribut menambahkan bahwa kedua mahasiswa bisa saja kembali meneruskan bangku kuliahnya.

Artinya kan, kalau kita lembaga pendidikan, prinsipnya kan bagaimana mendidik kan? Sepanjang kita proses pendidikan bisa dijalankan, mengikuti perraturan, kenapa tidak.

“Artinya ketika sanksi sudah berjalan, kemudian berproses, diterima, selesai, ya sudah. Mau mengikuti aturan akademik. Kuliah itu kan ada peraturan akademik yang berlaku di universitas, ketika dia tidak mengikuti peraturan akademik, kita ada sanksi, nah kalau sanksi dijalani, prosesnya berjalan, kemudian selesai, ya dia balik lagi,” tutupnya.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Bermuasal Tanah 1,5 Hektare, ST Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Keluarga Pensiunan Polisi

Suarabinjai,-- Polda Sumut bersama Polres Dairi berhasil mengamankan 7 orang yang diduga pelaku percobaan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Kelurahan Tiga Lingga, Kabupaten...

Undangan ke Medan, Sekeluarga Tewas dalam Kecelakaan Bus Sempati Star vs Xenia, 9 Orang Korban

Suarabinjai, - Bus Sempati Star bernomor polisi BL 776 AA terlibat tabrakan dengan minibus Daihatsu Xenia BK 1085 ZS. Kecelakaan itu...

Polisi Bripka Agus Dikeroyok 2 Orang Ngaku Anggota Ormas, Gigi Depan Bagian Atas Sampai Copot

Suarabinjai,-- Dua anggota ormas mengeroyok seorang anggota SPKT Polresta Denpasar, Bripka Made Agus Darmayana (40), di tempat biliar Queen Jalan Gunung Andakasa, Denpasar, Minggu...

Menurut Kontras, Polri Lebih Pentingkan Empat Pejabat Negara Daripada Korban Tewas 21-22 Mei

SUARABINJAI.COM- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengkritik cara penanganan kerusuhan 21 dan 22 Mei di Jakarta.

Walikota Binjai H.M Idaham Di Periksa Polda Sumut

suarabinjai.com- Penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut memeriksa Wali Kota Binjai HM Idaham terkait dana hibah Komite Nasional Pemuda Indonesia...