Home LAINNYA PENDIDIKAN Ombudsman Minta Revisi Aturan Wajib Jilbab di SMP Yogyakarta

Ombudsman Minta Revisi Aturan Wajib Jilbab di SMP Yogyakarta

-

Suarabinjai,– Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan Akhir (LHPA) kepada SMP Negeri 8 Yogyakarta, Kamis (7/2). Laporan ini terkait tata tertib sekolah yang mewajibkan siswi memakai jilbab.

Hal ini menindaklanjuti laporan seorang siswi yang keberatan atas peraturan tersebut pada September 2018.

Kepala Perwakilan Ombudsman DIY Budi Masturi mengatakan pihaknya menyarankan agar peraturan tersebut dikoreksi. Menurutnya, dalam tata tertib sekolah tersebut terdapat keharusan yang dinyatakan secara tersembunyi meski tidak ada kata ‘mewajibkan’.

Budi mengatakan peraturan ini perlu dikoreksi karena tata tertib sekolah wajib ditaati oleh peserta didik. Dia menyatakan peraturan tersebut tidak sesuai dengan Pasal 16 ayat 1 Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 57 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusun Tata Tertib Sekolah.

“Kesimpulannya, tata tertib sekolah tidak sesuai dengan peraturan wali kota karena tidak mencantumkan kata ‘dapat’, sehingga dalam tatib sekolah terkandung norma perwakilan tersembunyi,” kata Budi melalui pesan singkat pada Kamis (7/2).

Berdasarkan kesimpulan itu, Ombudsman menyarankan agar pihak sekolah merevisi peraturan tersebut serta melakukan pembinaan dan sosialisasi terhadap guru agama dan peserta didik soal keberagaman dalam mengekspresikan keyakinan.

Selain itu, Budi juga meminta Dinas Pendidikan Yogyakarta mengevaluasi tata tertib sekolah.

“Agar memastikan semua tatib sesuai peraturan wali kota,” ujarnya.

Budi menyampaikan, saat penyerahan laporan tersebut, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan berkomitmen untuk melaksanakan saran korektif yang diberikan Ombudsman.

Kantor Ombudsman pusat di Jakarta.

Namun apabila saran tersebut tidak dilaksanakan oleh pihak sekolah dan Dinas Pendidikan, maka laporan tersebut bisa diteruskan ke Ombudsman Pusat untuk diberikan rekomendasi.

“Jika saran tindakan korektif tidak dilaksanakan, Ombudsman RI Perwakilan DIY akan meneruskan LAHP ke pusat untuk diusulkan rekomendasi,” ucapnya.

Pada 10 September 2018, Ombudsman DIY telah mendatangi SMPN 8 Yogyakarta untuk mengumpulkan data, informasi, dan keterangan terkait laporan siswi. 

Tata tertib peserta didik sekolah tersebut mengatur tentang ketentuan seragam. Salah satunya terkait aturan seragam khas muslimah.

“Pakaian seragam khas muslimah adalah pakaian seragam yang dikenakan oleh peserta didik muslimah karena keyakinan pribadinya sesuai dengan jenis, model, dan warna yang telah ditentukan dalam kegiatan belajar-mengajar untuk semua jenis pakaian seragam sekolah,” tulis aturan tersebut.

Pihak sekolah sempat membantah telah mewajibkan siswi muslimahnya memakai jilbab. Sekolah mengakui hanya mengimbau siswi muslimahnya memakai jilbab saat jam pelajaran agama.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Hari Pertama PPDB SMPN 1 Binjai di Padati Warga

Binjai, SB Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hari pertama di SMPN 1, Jalan Sultan Hasanuddin, Kec. Binjai Kota, dipadati warga, Selasa (2/7/2019).

15 Teknik Mengajar Guru Masa Kini

Menjadi guru merupakan pekerjaan yang menuntut pembaharuan di setiap harinya. Pembaharuan tersebut tak hanya berdasarkan instrument dalam pengajaran, namun dituntut untuk cerdas...

Guru Swasta di Binjai Belum Terima Dana Sertifikasi 3 Triwulan

Binjai, SB Guru guru sekolah swasta yang ada di kota Binjai hingga sekarang belum juga menerima dana sertifikasi selama 3 triwulan yang seharusnya...

Bermuasal Tanah 1,5 Hektare, ST Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Keluarga Pensiunan Polisi

Suarabinjai,-- Polda Sumut bersama Polres Dairi berhasil mengamankan 7 orang yang diduga pelaku percobaan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Kelurahan Tiga Lingga, Kabupaten...

Undangan ke Medan, Sekeluarga Tewas dalam Kecelakaan Bus Sempati Star vs Xenia, 9 Orang Korban

Suarabinjai, - Bus Sempati Star bernomor polisi BL 776 AA terlibat tabrakan dengan minibus Daihatsu Xenia BK 1085 ZS. Kecelakaan itu...