Home POLITIK OTT KPK - Rp 400 Juta Fee Jatah Kuota Impor Ikan Jenis...

OTT KPK – Rp 400 Juta Fee Jatah Kuota Impor Ikan Jenis Tertentu, Ini Tanggapan Keras Menteri Susi

-

Suarabinjai,–Dalam operasi tangkap tangan ( OTT) yang berlangsung di Jakarta dan Bogor, Senin (23/9/2019), tim Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengamankan uang 30.000 dollar AS atau lebih dari Rp 400 juta sebagai barang bukti.

Dalam OTT ini, KPK mengamankan 9 orang. Tiga dari 9 orang itu merupakan jajaran direksi dari Perum Perindo. Sisanya, pegawai Perum Perindo dan pihak swasta. 

Diduga, ada transaksi terkait impor ikan antara Perum Perindo dan pihak swasta.

“Diduga uang ini merupakan fee jatah kuota impor ikan jenis tertentu yang diberikan Perum Perindo pada pihak swasta, salah satu jenis ikan yang teridentifikasi saat ini adalah ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Senin.

Kini, KPK memeriksa intensif pihak-pihak yang diamankan di Kantor KPK, Jakarta.

“Sesuai dengan hukum acara yang berlaku, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum perkara ini dan status hukum pihak-pihak yang diamankan,” ucap Laode. 

Diapresiasi Menteri Susi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Senin (23/9/2019) malam.

Saya menghargai OTT KPK, karena impor ikan tidak sejalan dengan interest KKP,” kata Susi Pudjiastuti di New York, Amerika Serikat, Senin (23/9/2019).

Susi mengatakan, KKP memberikan apresiasi karena berharap industri dapat menyerap ikan hasil tangkapan nelayan.

“Kami menginginkan, industri menyerap hasil nelayan, ikan terbuang, ikan jatuh harga itu tidak terjadi. Saya curiga ada pemburuan rente untuk impor ikan itu,” tutur Susi.

Susi pun menegaskan bahwa OTT yang dilakukan KPK sesuai dengan upaya KKP terkait peningkatan tangkapan nelayan. 

“Kami tidak dalam upaya mendukung impor. Tangkapan kita banyak,” ujar Susi.

“Saya kaget kalau mereka impor. Impor menjatuhkan harga nelayan, kecuali impor untuk dieskpor ulang,” tuturnya.

KPK melakukan OTT di Bogor dan Jakarta. Dalam OTT ini, KPK mengamankan 9 orang.

Tiga dari 9 orang itu merupakan jajaran direksi dari Perum Perindo. Sisanya, pegawai Perum Perindo dan pihak swasta.

Menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, diduga terjadi suap terkait kuota impor ikan.

“Diduga uang ini merupakan fee jatah kuota impor ikan jenis tertentu yang diberikan Perum Perindo pada pihak swasta, salah satu jenis ikan yang teridentifikasi saat ini adalah ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Senin.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Wali Kota Binjai Hadiri Syukuran HUT ke 53 Batalyon Arhanud 11/WBY Binjai

Binjai, SBWali kota Binjai H.M. Idaham, SH, M.Si menghadiri acara syukuran dalam rangka HUT ke 53 Batalyon Arhanud 11/WBY di Mako YONARHANUD...

Dapat Tiga Penghargaan, KPU Binjai: “Kerja Belum Selesai, Belum Apa-apa”

Binjai, SB Setelah sebelumnya mendapat penghargaan peringkat ketiga berprestasi tingkat Sumut kategori Elemen DPK Terlengkap pemilu 2019, beberapa waktu...

Walikota Terima Audiensi Panitia Reuni Akbar Smansa

Binjai, SBPanitia reuni akbar SMA Negeri 1 (Smansa) Binjai berkunjung ke Kantor Walikota Binjai, guna memantapkan rencana terkait reuni yang akan digelar...

Tingkatkan Partisipasi Pilkada Tahun 2020, KPU Binjai Lakukan Evaluasi

Binjai, SB Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada Tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai Melaksanakan evaluasi...

Pertandingan Voli Antar SMA Dukung Medan Kota Atlet dan Ajak Jauhi Narkoba

Suarabinjai,- Dalam rangka menyambut HUT TNI ke 74 Tahun 2019, Kodim 0201/BS menggelar Pertandingan Bola Voli Tingkat SMA sederajat se-Kota Medan di...