Beranda HUKUM & KRIMINAL Patentengan Todongkan Pistol pada Pelajar, Sederet Borok Pengusaha Naik Lamborghini Terbongkar

Patentengan Todongkan Pistol pada Pelajar, Sederet Borok Pengusaha Naik Lamborghini Terbongkar

-

Suarabinjai,-Pengusaha properti Abdul Malik (AM) ditangkap Senin (23/12/2019) setelah dua pelajar mengaku ditodong pistol di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2019).

Siapa sangka kasus ini malah membongkar sederet aib pengusaha berusia 44 tahun ini.

Akhirnya Abdul Malik dijerat kasus penodongan, menggunakan pelat nopol palsu (menghindari pajak), narkoba hingga perlindungan satwa liar.

Sebelumnya Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, awalnya AM melintas dengan mengendarai mobil Lamborghini oranye bernomor pelat B 27 AYR di kawasan Kemang.

AM kemudian bertemu dengan dua orang pelajar yang sedang berjalan kaki.

Kedua pelajar itu pun melontarkan kalimat “Wah, mobil bos nih!”.

“Pemilik kendaraan (AM) tidak terima, lalu turun, dan mengeluarkan satu kata yang tidak bagus,” kata Yusri di Polres Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2019).

Tak hanya mengeluarkan kata-kata tidak sopan, AM juga memaksa kedua pelajar itu untuk berhenti.

Pasalnya, kedua pelajar itu melarikan diri usai mengetahui AM turun dari mobil.

Yusri mengungkapkan, AM melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali guna memberhetikan kedua pelajar yang melarikan diri itu.

“(Kedua pelajar) disuruh jongkok, tapi yang bersangkutan tidak mau, lalu diletupkan lagi satu kali (tembakan). Jadi tiga kali letupan (tembakan),” kata Yusri.

Kedua korban pun merasa tak terima dengan perlakuan AM.

Keduanya lalu melaporkan tindakan arogan AM ke Polres Jakarta Selatan.

AM ditangkap pada Senin (23/12/2019) dengan barang bukti berupa senjata api kaliber 32, tiga selongsong peluru yang telah ditembakkan, dan 9 buah peluru aktif.

Ternyata hasil pemeriksaan urine AM menunjukkan positif penggunaan ganja.

Yusri mengatakan, AM juga mengakui mengemudikan mobil usai mengonsumsi narkoba jenis ganja.

“(AM) ternyata positif menggunakan ganja.

Ini akan kita proses sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku,” kata Yusri.

Selain itu, Polisi mencabut izin kepemilikan senjata api kaliber 32 dari tersangka berinisial AM (44).

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, AM dinilai telah berbuat tidak pantas dengan pistol yang dimilikinya.

“Senjata akan kita cabut izinnya karena sudah tidak pantas untuk memiliki izin dengan cara berbuat semena-mena seperti ini,” kata Yusri di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Selasa (24/12/2019).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya mengatakan, AM merupakan anggota Perbakin.

Ia juga memiliki kartu tanda anggota Perbakin. Sementara, pistol tersebut sudah dimiliki AM sejak Juni 2019.

“Dia anggota Perbakin, dia dilatih dan dites. Karena dia merasa punya izin, dia bawa senjata itu. Pengakuannya untuk jaga diri,” jelas Andi.

Barang Bukti Lamborghini Hancur

Mobil Lamborghini milik tersangka AM (44) yang menodongkan senjata api ke dua pelajar mengalami kerusakan parah di bagian depan.

Hal itu diketahui setelah Lamborghini tersebut tiba di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Selasa (24/12/2019) sekitar pukul 15.35.

Lamborghini tipe Gallardo berwarna oranye itu tidak dikemudikan oleh anggota polisi.

Lamborghini tersebut diangkut menggunakan mobil derek Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Sisi sebelah kiri pintu mobil tampak penyok.

Kerusakan lebih parah terlihat di kap depan Lamborghini yang terlihat hancur.

Menurut seorang petugas kepolisian, mobil tersebut baru saja mengalami kecelakaan.

“Jadi ini katanya yang bawa saudaranya (AM). Dia menabrak separator, terus mobilnya ditinggal,” kata petugas tersebut.

Saat dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Selatan, mobil juga tidak dilengkapi dengan pelat nomor.

Satu lagi fakta baru terungkap dari kasus pengemudi Lamborghini yang menodongkan pistol ke pelajar di Kemang, Jakarta Selatan.

Mobil mewah tersebut ternyata tidak terdaftar atas nama tersangka berinisial AM.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, Lamborghini itu terdaftar atas seorang pekerja serabutan berinisial AR.

Semua bermula saat AR hendak meminjam uang sebesar Rp 700 ribu kepada rekannya bernama Yopi pada 2013.

“AR ini pinjam uang untuk biaya berobat anaknya,” kata Andi saat dikonfirmasi, Rabu (25/12/2019).

Yopi bersedia meminjamkan uang kepada AR.

Syaratnya, AR juga harus mau meminjamkan KTP-nya.

Ketika itu, AR mengaku sempat bertanya soal alasan Yopi meminjam kartu identitasnya.

“Saudara Y mengatakan, ‘kan kamu butuh uang, oleh sebab itu saya pinjam KTP kamu untuk keperluan. Yang penting kamu dapat uangnya,” jelas Andi.

Namun, sampai sekarang Yopi tak kunjung mengembalikan KTP AR. Sedangkan, AR juga tidak mengetahui alamat dan nomor telepon Yopi.

Sampai pada Juli 2019, AR mendapat pemberitahuan pembayaran pajak dari Dinas Perpajakan Negara.

 “Dikarenakan belum membayar pajak satu unit mobil Lamborghini bernopol B 27 AYR warna oranye tahun 2013 atas nama AR tersebut,” jelas Andi.

Lantaran merasa tidak pernah memiliki Lamborghini, AR tak menghiraukan surat pemberitahuan tersebut.

Hingga peristiwa pengemudi mobil mewah ini melakukan aksi sok jago.

Tak hanya itu, Abdul Malik juga kini terjerat kasus menyimpan satwa yang dilindungi.

Hal itu diketahui setelah jajaran Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menggeledah rumah AM di Jalan Jambu, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Kamis (26/12/2019).

Hasilnya, ditemukan Harimau Sumatera, Burung Cenderawasih, dan dua kepala Rusa Bawean.

Seluruh hewan tersebut ditemukan dalam kondisi mati dan sudah diawetkan.

“Saat ini kami sudah mengamankan empat hewan langka yang dikeraskan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama setelah penggeledahan rumah tersangka.

Kepada polisi, AM yang merupakan pengusaha properti mengaku hewan-hewan tersebut bukan hasil berburu.

“Keterangan sementara dari pelaku, hanya koleksi saja. Bukan hasil buruan,” tutur Bastoni.

Selanjutnya, ujar dia, pihak kepolisian akan mendalami temuan terbaru ini.

“Kami akan periksa saksi-saksi lainnya apakah ada hal-hal lain yang terkait dengan pelaku,” ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, mobil itu terdaftar atas nama seorang pekerja serabutan berinisial AR.

Semua bermula saat AR hendak meminjam uang sebesar Rp 700 ribu kepada rekannya bernama Yopi pada 2013.

“AR ini pinjam uang untuk biaya berobat anaknya,” kata Andi saat dikonfirmasi, Rabu (25/12/2019).

Yopi bersedia meminjamkan uang kepada AR. Syaratnya, AR juga harus mau meminjamkan KTP-nya.

Ketika itu, AR mengaku sempat bertanya soal alasan Yopi meminjam kartu identitasnya.

“Saudara Y mengatakan, ‘kan kamu butuh uang, oleh sebab itu saya pinjam KTP kamu untuk keperluan. Yang penting kamu dapat uangnya,” jelas Andi.

Namun, sampai sekarang Yopi tak kunjung mengembalikan KTP AR. Sedangkan, AR juga tidak mengetahui alamat dan nomor telepon Yopi.

Sampai pada Juli 2019, AR mendapat pemberitahuan pembayaran pajak dari Dinas Perpajakan Negara.

“Dikarenakan belum membayar pajak satu unit mobil Lamborghini bernopol B 27 AYR warna oranye tahun 2013 atas nama AR tersebut,” jelas Andi.

Lantaran merasa tidak pernah memiliki Lamborghini, AR menghiraukan surat pemberitahuan tersebut.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Cepat Redam Rusuh Rutan Kabanjahe, TJI Apresiasi Kapoldasu

Jakarta, SB Direktur The Jakarta Institute Reza Fahlevi mengapresiasi penanganan cepat dan tepat Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani...

Mantan Kapolres Binjai Serah Terima Jabatan Menjadi Kapolres Jepara Di Mapolda Jawa Tengah

Jepara, SB Mantan Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto SH, SIK, MH, Serah Terima Jabatan...

Bawa 50 Gram Diduga Sabu Ham di Tembak Polisi

Binjai, SB Satresnarkoba Polres Binjai berhasil mengamankan dua tersangka kurir narkotika di jalan Soekarno Hatta kelurahan Tunggurono kecamatan Binjai...

KPU RI Kunjungi Binjai, Evi : Binjai Siap Terapkan e-Rekap di Pilkada 2020

Binjai, SB Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menyebut Kota Binjai merupakan salah satu...

Raih Medali di Kejurnas Bandung, Kapolres Binjai Beri Apresiasi Kepada Atlit Porkemi

Binjai, SB Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto memberikan apresiasi kepada para atlit Porkemi Binjai yang berhasil meraih medali...