Home BINJAI & SEKITARNYA MEDAN Pelebaran Jalan di Parapat Rusak Pipa Air Warga dan Timbulkan Debu, Kontraktor...

Pelebaran Jalan di Parapat Rusak Pipa Air Warga dan Timbulkan Debu, Kontraktor Janji Tanggulangi

-

Suarabinjai,-Pengerjaan pelebaran dan perawatan badan jalan di Jalan Lintas Sumatera di Nagori Sipangan Bolon, Parapat oleh PT Bumi Karsa berdampak sosial.

Jutta Manurung (28) satu dari warga Nagori Sipangan Bolon membeberkan sejumlah fakta-fakta yang dialami mereka selama 12 hari mulai dari kerusakan pipa air minum hingga dampak lainnya pda mediasi yang melibatkan Uspika dan PT Bumi Karsa di Kantor Pangulu, Nagori Sipangan Bolon, Parapat, Simalungun, Selasa (20/8/2019)

“Saya terganggu cari makan. Selama enam hari saya diam, tetapi pada hari ke tujuh saya temui lagi pihak Bumi Karsa. Beberapa kali saya ajukan keluhan, tak berbalas,” ujar Jutta dihadapan Camat Girsang Sipangan Bolon, Eva Suryati Uliarta Tambunan serta Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) lainnya.

Pengerjaan dan perawatan badan jalan yang dilakukan PT Bumi Karsa, kata Jutta, bukan tidak mereka dukung.

Jutta hanya menyesalkan sikap PT Bumi Karsa, termasuk Kepala Desa/Pangulu Nagori Sipangan Bolon, Sahan Sinaga.

Kekesalan Jutta, karena beberapa kali dirinya menyampaikan kendala yang terjadi kepada pihak Bumi Karsa.

Keluhan yang disampaikannya kepada Bumi Karsa adalah pipa-pipa air pecah hingga mengakibatkan aliran air minum terganggu.

Selain itu, debu-debu juga beterbangan menganggu keseharian warga. Anak Jutta yang masih bayi pun mengalami gangguan pernafasan, termasuk ibunya.

Pelanggan-pelanggan di warung nasi tempat mereka berjualan, pun ikut terganggu akibat debu berasal dari aktivitas Bumi Karsa.

Berulang kali keluhan yang disampaikan ke Bumi Karsa tidak direspon baik oleh pihak perusahaan. Bahkan, pihak perusahaan menuding mereka menghalangi pembangunan.

“Ketika itu saya sampaikan, pihak Bumi Karsa malah mengatakan kepada saya, laporkan saja pada Menteri PUPR,”tuturnya menirukan pihak Bumi Karsa.

Sepengakuan Jutta, dari rumahnya sehari-hari dia dan beberapa warga lainnya selama dua belas hari terpaksa pergi mengambil air untuk minum saja sejauh kurang lebih 1 Km menggunakan jerigen.

Mandi dan mencuci pakaian, pun tak lagi dilakukan di kamar mandi rumah mereka.

Berawal dari persoalan itu, Jutta menuangkan kekesalannya pada status Facebooknya. Dalam postingannya, Jutta mengaku terjajah karena tidak leluasa memakai air sebagaimana biasanya di rumahnya sendiri.

Kepala Desa ‘Pangulu Nagori’ Sipangan Bolon, Sahan Sinaga sempat memperdebatkan postingan Jutta Manurung di media sosial. Menurutnya, Jutta lebih baik menyampaikan langsung ke Kepala Desa.

“Sebenarnya, siapa penjajah itu? Dan harus tahu siapa penjajah itu?”

“Kalau pun ada kekurangan, sebaiknya kalian menyampaikan langsung. Jadi kami minta kepada Polsek agar menegaskan kira-kira apa ini. Saya sudah terlalu sabar selama ini,” kata Kepala Desa menimpali.

Pernyataan itu pun dibantah Jutta. Jutta mempertanyakan Kepala Desa, apakah bisa membuktikan kalau itu ditujukan kepada Kepala Desa.

“Itu bagi yang merasa saja. Bukankah seharusnya Kepala Desa paham persoalan warga? Apalagi kan sudah sama-sama kita lihat bagaimana kondisi setiap harinya,” sahutnya.

Ismail, Pelaksana Proyek Lapangan PT Bumi Karsa, menampik kalau persoalan air bersih bukan urusan mereka. Menurutya, persoalan air sudah diserahkan kepada pengurus air minum di desa tersebut.

“Kalau masalah air bersih, dan masalah pipa, kami kan sudah serahkan ke bagian yang menyangkut pipa,” sebutnya.

Namun, Ismail mengakui kerusakan pipa yang disebabkan aktivitas PT Bumi Karsa. Termasuk debu di jalanan yang terlambat mereka siram.

Mendapat kesempatan berpendapat, Remember Manik dari Aliansi Masyarakat Peduli Danau Toba menyayangkan kinerja PT Bumi Karsa.

“Sebaiknya bekerja sesuai SoP, kami harap begitu. Nah, yang terjadi kan penyiraman debu pun dilakukan setelah empat hari kerja. Kami mohon kepada Bumi Karsa agar bekerja sesuai SoP agar tidak ada keluhan masyarakat. Nah, jelas kalau ada SoP, pasti tidak ada benturan dengan masyarakat,” pesannya.

Selain itu, Remember menyinggung soal K3 pelaksana tender. Semisal, rambu-rambu di jalan lintas juga agar dipasang agar dapat meminimalisir kecelakaan kerja, maupun kecelakaan pengguna jalan.

“Sesekali tempatkan ahli K3 agar mereka tahu bagaimana kondisi lapangan. Rambu-rambu juga masih minim, menjadi ancaman bagi pengendara pada malam hari,sebutnya lagi.

Menyikapi hal itu,  Ismail mengatakan berjanji memperhatikan ke depan bagaimana Bumi Karsa bekerja agar tidak mengakibatkan warga terganggu secara kesehatan dan kenyamanan.

“Penyiraman itu mulai tanggal 6 Agustus. Saya akui, penyiraman ada terlambat. Keluhan itu, tetap kami akomodir,” sebutnya.

Camat menjadi poros tengah dalam rapat tersebut.

“Setelah saya melihat ini, tujuan kita baik. Sebaiknya, PT Bumi Karsa juga memperhatikan keluhan warga,” anjur Eva Suryati Uliarta Tambunan, Camat Girsang Sipangan Bolon.

Atas persoalan tersebut, Eva mengajak semua pihak dapat menahan diri, dan memperbaiki bersama persoalan tersebut. Antara Warga, kepala desa dan pihak bumi karsa sama-sama megiyakan anjuran Camat. 

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Hari Pertama PPDB SMPN 1 Binjai di Padati Warga

Binjai, SB Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hari pertama di SMPN 1, Jalan Sultan Hasanuddin, Kec. Binjai Kota, dipadati warga, Selasa (2/7/2019).

15 Teknik Mengajar Guru Masa Kini

Menjadi guru merupakan pekerjaan yang menuntut pembaharuan di setiap harinya. Pembaharuan tersebut tak hanya berdasarkan instrument dalam pengajaran, namun dituntut untuk cerdas...

Guru Swasta di Binjai Belum Terima Dana Sertifikasi 3 Triwulan

Binjai, SB Guru guru sekolah swasta yang ada di kota Binjai hingga sekarang belum juga menerima dana sertifikasi selama 3 triwulan yang seharusnya...

Bermuasal Tanah 1,5 Hektare, ST Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Keluarga Pensiunan Polisi

Suarabinjai,-- Polda Sumut bersama Polres Dairi berhasil mengamankan 7 orang yang diduga pelaku percobaan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Kelurahan Tiga Lingga, Kabupaten...

Undangan ke Medan, Sekeluarga Tewas dalam Kecelakaan Bus Sempati Star vs Xenia, 9 Orang Korban

Suarabinjai, - Bus Sempati Star bernomor polisi BL 776 AA terlibat tabrakan dengan minibus Daihatsu Xenia BK 1085 ZS. Kecelakaan itu...