PENELITI University of Virginia Ungkap Orangtua Terlalu Mengekang Anak Berdampak Bersosialisasi

0
140

Suarabinjai–Studi terbaru yang dikeluarkan peneliti dari University of Virginia menyampaikan, setiap anak yang menginjak masa remaja membutuhkan kebebasan untuk mengekspresikan diri.

Lalu, mereka juga menemukan jati diri namun jika dimasa remaja mendapatkan tekanan dari orangtua alias dikekang akan berpengaruh saat dewasa.

Sebab, anak-anak yang dikekang pada masa remaja cenderung kesulitan bersosialisasi ketika dewasa.

Studi penelitian ini dilakukan terhadap 184 orang mulai dari 13 tahun hingga 32 tahun.

Sekitar setengah dari jumlah peserta studi adalah wanita, sedangkan setengah lainnya pria.

Seluruh peserta tinggal di daerah perkotaan dan pinggiran kota di Amerika Serikat bagian tenggara.

Dan, berasal dari berbagai latar belakang sosial ekonomi, kata para peneliti mengenai temuan itu.

Setiap tahun, para peserta diminta mengisi kuesioner yang melibatkan pertanyaan tentang diri mereka dan orangtua mereka.

Ketika mereka mencapai usia dewasa, mereka juga ditanya tentang status hubungan mereka dan tingkat pendidikan.

Para peneliti mengumpulkan informasi dari setiap rekan peserta tentang seberapa disukainya peserta di sekolah.

Peneliti juga mengamati video setiap peserta berinteraksi dengan teman terdekatnya, serta interaksi peserta dengan pasangan mereka saat dewasa.

Di akhir studi, peneliti menemukan remaja 13 tahun yang memiliki orang tua dengan sifat mengekang lebih mungkin mengalami “hubungan asmara yang tidak baik” saat mereka berusia 27 tahun, ketika mereka berada dalam sebuah hubungan.

Selain itu, remaja dengan orangtua yang suka memaksa melaporkan kemungkinan lebih rendah menjalin hubungan asmara di usia 32 tahun, dan pencapaian pendidikan lebih rendah di usia yang sama.

Para peneliti mencatat, hasil ini ditemukan saat anak berusia 15-16 tahun, di mana mereka kurang matang secara psikologis dan kurang disukai teman-teman mereka.

“Orangtua, pendidik, dan dokter harus menyadari bagaimana upaya orangtua mengendalikan remaja dapat menghambat kemajuan mereka,” kata Emily Loeb, penulis utama studi tersebut, dalam sebuah pernyataan.

“Meskipun penelitian ini bukan merupakan hubungan sebab-akibat, gaya pengasuhan ini bisa menciptakan lebih dari kemunduran sementara bagi perkembangan remaja, karena mengganggu mereka untuk membuat keputusan pada periode kritis,” kata Loeb.

Loeb juga mencatat, temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan kendali psikologis sebagai perilaku pengasuhan bermasalah.

Ia mengatakan, orangtua sering mencoba mengendalikan anak-anak melalui cara yang mengganggu dan manipulatif. Seperti, menahan kasih sayang dan cinta untuk anak jika orangtua sedang marah pada anak.

“Meskipun orangtua berusaha membimbing anak menuju adaptasi yang sukses, mengasuh anak berlebihan pada masa remaja berpotensi menghambat perkembangan dengan cara yang tidak mudah diperbaiki.”

Demikian kata Joseph Allen, co-author studi, dalam sebuah pernyataan.

Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Society for Research in Child Development.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here