Beranda LAINNYA INTERNASIONAL Pentagon Diminta Tampung 5.000 Anak Imigran Tak Berpendamping

Pentagon Diminta Tampung 5.000 Anak Imigran Tak Berpendamping

-

Suarabinjai,– Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (DoD) diminta mempersiapkan penampungan untuk sekitar 5.000 anak imigran tak berpendamping di tengah “krisis” yang meningkat di perbatasan dengan Meksiko.

Juru bicara Pentagon, Jamie Davis, mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) “meminta bantuan DoD untuk menyiapkan tempat bagi sekitar 5.000 anak imigran ilegal di fasilitas milik Kementerian Pertahanan, jika diperlukan, hingga 30 September 2019.”

“Kementerian Pertahanan akan bekerja sama dengan dinas militer untuk mencari lokasi potensial dan akan bekerja dengan HHS untuk menilai kelayakan fasilitas atau lahan Pentagon sebagai penampungan sementara bagi anak-anak imigran yang tidak berpendamping,” katanya.

Permintaan ini disampaikan di tengah lonjakan jumlah imigran yang melintasi perbatasan AS dari Meksiko secara ilegal. Kebanyakan dari mereka melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan di Amerika Tengah dan meminta suaka di AS.

Menurut Badan Be Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP), jumlah anak di bawah umur yang tertangkap akibat memasuki negara secara ilegal meningkat pada Februari, mencapai 6.825.

Angka ini melesat jauh dibanding bulan sebelumnya yang berjumlah 5.119 dan 4.968 pada Oktober tahun lalu.

CBP menyerahkan anak-anak ke Pusat Penempatan Pengungsi HHS. Mereka kemudian berupaya menempatkan anak-anak itu dengan kerabat atau keluarga lain di AS sementara permintaan mereka untuk tetap di negara itu diproses.

Tahun lalu, Pusat Penempatan Pengungsi sempat menerima hingga lebih dari 15.000 anak dalam satu waktu. 

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kirstjen Nielsen, memperkirakan jumlah imigran ilegal akan bertambah dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, Nielsen mengatakan bahwa dalam banyak kasus, anak-anak itu digunakan sebagai “pion” untuk masuk ke AS. Mereka bahkan “digunakan” oleh gembong narkoba untuk membantu beberapa kelompok melintasi perbatasan dan memperoleh posisi kuat di AS.

Nielsen mengaku bersimpati dengan para imigran, tapi bersikeras, seperti yang secara resmi dinyatakan Presiden Donald Trump bulan lalu, bahwa “Ini darurat.” (suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Masyarakat Binjai Dihimbau Untuk Tidak Berdesakan Dalam Mencairkan BST

Binjai, SB Kepala kantor Pos kota Binjai Wasnal Fuadi menghimbau kepada warga untuk mengindari penumpukan saat mengambil Bantuan Sosial...

Diduga Memeras Kontraktor, Ketua OKP Ditangkap Polisi

Binjai, SB Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Binjai YI alias ID, diamankan personel Polres Binjai karena diduga...

Terkait OTT Ketua OKP, Kerumunan Pemuda Protes Didepan Polres Binjai

Binjai, SB Sejumlah Organisasi Kepemudaan (okp) di Binjai melakukan protes terhadap Polisi Resort Binjai,...

Wali Kota Binjai Akan Buat Perwal Wajib Penggunaan Masker

Binjai, SB Wali Kota Binjai, Muhammad Idaham berencana akan menandatangani Peraturan Walikota (Perwal)  tentang kewajiban warga kota memakai masker...

Tim Gabungan Lakukan Rapid Tes Massal Sambut HUT Kota Binjai ke 148

Binjai, SB Sambut HUT kota Binjai ke 148, Tim gabungan Pemko Binjai lakukan rapid tes secara massal dan menghimbau...