Polisi Kawal Demonstran Tolak RUU Omnibus Law, Massa Tiba di Fly Over Amplas

0
127

Suarabinjai–“Merdeka buruh, merdeka rakyat, merdeka petani, merdeka nelayan, merdeka semuanya,” demikian ungkapan terdengar dari pengarah massa yang berdiri di atas pick up dan berada di Jalan Fly Over Amplas Medan pada Kamis (16/7/2020).

Ratusan demonstran berhenti di Fly Over Amplas Medan setelah mengadakan long march dari Simpang Limun sejak pagi.

Para demonstran yang terhimpun dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas), baik dari petani, nelayan, dan sejumlah ormas lainnya sudah tiba di Fly Over Amplas Medan.

Puluhan polisi yang sudah berada di lokasi menjaga ketat barisan para demonstran.

Setelah berada di Jalan Fly Over, para demonstran diajak duduk bersama dan untuk beristirahat sejenak.

Martin Luis, satu di antara koordinator ormas yang hadir dalam penolakan RUU Omnibus Law menuturkan aspirasi mereka di Jalan Fly Over Amplas Medan.

“Omnibus Law mengakibatkan kemunduran bagi rakyat indonesia dia akan menghilangkan hak-hak pesangon yang mengurangi bagi buruh yang ter PHK akan menghilangkan upah minimim sektoral dan kota,” ujar Martin Luis  dikonfirmasi saat demo terjadi pada Kamis (16/7/2020).

Selain merugikan para buruh atau karyawan yang di PHK, dia menyampaikan bahwa Omnibus Law ini akan melegalkan prakter-praktek perampasan tanah.

“Dia akan melegalkan praktek-praktek prampasan tanah dia akan melegalkan praktek-praktek liberalisasi, komersialisasi, kapitalisasi dunia pendidikan sehingga harga dunia, pendidikan biaya pendidikan yang dialami rakyat itu akan semakin jauh dari jangkauan,” sambungnya.

“Saat ini, rakyat trus dimiskinkan,” pungkasnya.

(Suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here