Home BINJAI & SEKITARNYA BINJAI Saksi Ungkap Kesaksian Ame Cs jadi Target Utama Operasi Bandar Sabu Kota...

Saksi Ungkap Kesaksian Ame Cs jadi Target Utama Operasi Bandar Sabu Kota Binjai

-

Suarabinjai,–Terdakwa bandar sabusabu, Suarni alias Ame dan kaki tangannya, Suratman dan Juna Irawan kembali duduk di bangku pesakitan PN Binjai.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Binjai menggelar sidang lanjutan beragendakan mendengarkan saksi dari kepolisian yang melakukan penangkapan, di Ruang Cakra PN Binjai, Senin (11/6/2019)

Sidang dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Fauzul Hamdi Lubis didampingi anggota David Simare-mare dan Tri. Sidang turut didampingi tiga penasehat hukum terdakwa.

Dua anggota polisi, Briptu Rahmatullah dan Brigadir Sudirman Surbakti diambil sumpah sebelum sidang dimulai. Keduanya maju ke hadapan majelis hakim memberikan sumpah untuk memberikan kesaksian dan pernyataannya.

Hakim Ketua, Fauzul Hamdi terlebih dahulu menanyakan kronologis penangkapan Ame Cs. Termasuk rincian bagaimana terjadinya transaksi narkotika dalam penyaruan polisi memesan sabu kepada Ame Cs.

Brigadir Sudirman menyatakan bahwa Satnarkoba Polres Binjai menyaru sebagai pembeli memesan sabu 1 Ons lewat Juna dan Kutil dengan harga Rp 60 Juta. Dari perantara ini polisi dihubungkan lewat Pohan (DPO) untuk bertemu Ame.

“Kami memesan sabu (menyaru) sama Juna dan Suratman alias Kutil, lalu nelpon ke Pohan (DPO) bertemu ke Ame. Memesan 1 Ons harganya Rp 60 juta, tapi BBnya itu sekitar 95 gram. Melalui perantara ketemu Ame di rumah kosong (Kompleks Binjai Permai, Binjai Utara, (29/10/2018),” katanya.

Dijelaskannya, saat penangkapan Ame terlibat langsung dalam transaksi setelah ada komunikasi dengan Pohan (DPO). Di mana saat dicokok, BB sabu juga disebutkan berada de dekat dengan Ame untuk transaksi, termasuk diketahui oleh Juna dan Suratman.

Briptu Rahmatullah menyatakan bahwa Ame merupakan target utama dalam operasi bandar sabu Kota Binjai. Katanya, Satnarkoba Polres Binjai sudah tiga bulan memantau aktivitas Ame sebagai bandar sabusabu sebelum melakukan penangkapan.

“Ame targetnya, memang target utama operasi. Kami melakukan pengintaian selama tiga bulan sebelum menangkap mereka,” ungkapnya menjawab pertanyaan hakim anggota, David Simare-mare.

Setelah mendengar keterangan kedua saksi, Ame yang diberi kesempatan mengumbar dalih. Perempuan keturunan berperawakan cakil ini mengaku tidak ada melakukan transaksi sabusabu.

“Saya tidak ada transaksi pak. Saya masuk ke dalam rumah, orang ini masuk saya dipanggil,” cetusnya.

Saat dikonfrontir oleh hakim, Ame mengakui sebagai pengguna barang haram sabu untuk dirinya sendiri. Saat itu dia memang sedang berada di rumahnya, dan bilang tidak kenal dengan Juna dan Suratman.

Sidang kemudian ditunda, akan dilanjutkan pada hari Rabu (19/6/2019) mendatang. Agenda selanjutnya untuk mendengarkan saksi diri pihak Kepala Lingkungan lokasi penangkapan, yang ditandai dengan ketukan palu.

Diketahui, JPU Perwira Tarigan mendakwa Suarni alias Ame terduga bandar sabu dengan Dakwaan Primair Pasal 114 ayat (2) ‎Subsider 112 ayat (2). Sedangkan Suratman dan Juna didakwa dengan Dakwaan Primair Pasal 114 ayat (2) Subsidair 112 ayat (2) serta Lebih Subsidair 132.

Keempat terdakwa (1 DPO) diketahui juga sempat ditangguhkan lantaran masa penahanan mereka habis di kepolisian. Penangguhan terjadi karena jaksa tidak menyatakan lengkap atau P21 berkas mereka. Namun belakangan, tiga dari keempat tersangka kembali dijemput oleh polis hingga akhirnya jaksa menyidangkan mereka di PN Binjai.

Diketahui, dari keempat tersangka polisi menyita barang bukti sebanyak 95,69 gram yang dikemas dalam sebungkus plastik besar dan dua paket kecil. Selain itu, polisi juga menyita sebutir pil ekstasi warna hijau, satu timbangan elektrik, dua skop berbahan pipet, 50 plastik klip besar transparan, satu kotak lampu dan satu dompet yang diduga sebagai tempat menyimpan sabu serta buah telepon genggam.

Keempat terdakwa diciduk polisi di Jalan Petai Pasar 2 Cina, Kompleks Mahkota Permai, Binjai Utara, Senin (29/10) lalu. Hasil penyidikan polisi, Suarni merupakan bandar atau pemilik narkoba. Sedangkan Pohan merupakan tangan kanan Suarni, sedangkan Suratman dan Juna merupakan kaki tangan Ame.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Bermuasal Tanah 1,5 Hektare, ST Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Keluarga Pensiunan Polisi

Suarabinjai,-- Polda Sumut bersama Polres Dairi berhasil mengamankan 7 orang yang diduga pelaku percobaan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Kelurahan Tiga Lingga, Kabupaten...

Undangan ke Medan, Sekeluarga Tewas dalam Kecelakaan Bus Sempati Star vs Xenia, 9 Orang Korban

Suarabinjai, - Bus Sempati Star bernomor polisi BL 776 AA terlibat tabrakan dengan minibus Daihatsu Xenia BK 1085 ZS. Kecelakaan itu...

Polisi Bripka Agus Dikeroyok 2 Orang Ngaku Anggota Ormas, Gigi Depan Bagian Atas Sampai Copot

Suarabinjai,-- Dua anggota ormas mengeroyok seorang anggota SPKT Polresta Denpasar, Bripka Made Agus Darmayana (40), di tempat biliar Queen Jalan Gunung Andakasa, Denpasar, Minggu...

Menurut Kontras, Polri Lebih Pentingkan Empat Pejabat Negara Daripada Korban Tewas 21-22 Mei

SUARABINJAI.COM- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengkritik cara penanganan kerusuhan 21 dan 22 Mei di Jakarta.

Walikota Binjai H.M Idaham Di Periksa Polda Sumut

suarabinjai.com- Penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut memeriksa Wali Kota Binjai HM Idaham terkait dana hibah Komite Nasional Pemuda Indonesia...