STKIP Budidaya Binjai Terus Berbenah

0
30

Binjai, SB

Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Budidaya terus berupaya melakukan pembenahan menuju perguruan tinggi unggulan terbaik di Binjai – Langkat. Hal itu ditandai dengan sejumlah langkah-langkah yang digencarkan para pengurus belakangan ini.

Ketua Yayasan, Ahmad Azrai Aziz, mengatakan STKIP Budidaya terus melakukan pembenahan agar tetap menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan mumpuni. Baik dari segi mutu dan pengembangan program-program pendidikan.

Hingga sejauh ini, Azrai mengucapkan terimakasih atas suport dari sejumlah kalangan dan masyarkat akan progres STKIP Budidaya.

“beberapa waktu lalu para pengurus juga sempat melakukan audiensi dengan wali kota Binjai DRS. H, Amir Hamzah M.AP. Allhamdulillah beliau sangat mendukung dan mengapresiasi progres STKIP Budidaya sebagai perguruan tinggi dengan akreditasi Baik yang diterima dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Wakil Ketua I DPRD Binjai itu juga menyampaikan, guna mencerdasakan anak bangsa, pihaknya turut berkolaborasi dengan sejumlah tokoh yang memiliki integritas di dunia pendidikan.

Belakangan, STKIP Budidaya menyerahkan surat keputusan sebagai Dosen kepada Kepala Dinas Pendidikan Langkat DR. H. Saiful Abdi, SH, SE, MPd, Wakil Sekretaris MUI Kota Binjai Ahmad Khairul Badri, M.PdI, dan Waka Polsek Binjai Utara AKP. Dalan Ersada Bangun, SH, MH.

Teranyar, untuk menjalankan amanah sesuai Visi – Misi, DR. H. Ismail, MAg didapuk sebagai Ketua STKIP Budidaya Binjai tahun 2021 – 2023. Pasca dipilih, beliau mengaku akan mendongkrak kualitas dan kuantitas Budidaya dengan sejumlah program.

Menurut Ismail, perlunya peningkatan kualitas untuk mahasiswa dan Dosen dengan cara pelatihan internal maupun ekseternal. Kata dia, pelatihan tersebut sesuai dengan bidang dan ilmu masing-masing dengan tetap memberdayakan dosen.

” untuk percepatan penambahan mahasiswa, perlu dilakukan pengabdian terhadap masyarakat umum, sekolah negri dan swasta, tentunya untuk tingkat SMA sedarajat, yakni dengan cara mendatangi masyarakat dari berbagai unsur dengan membawa mahasiwa dan para ahli di bidang masing-masing. Seperti kerja bhakti ke sejumlah Masjid dan Gereja bagi mahasiswa sesuai agama masing-masing,” ungkapnya.

Dijelaskan ” dosen diberlakukan sebagai narasumber ke masyarakat, kalau ke Masjid kita bawa Ulama atau Ustadz. Saat mendatangi masyarakat kita akan berikan penyuluhan hukum, maka nara sumbernya harus dosen yangg ahli hukum.

“sedangkan bagi remaja dan sekolah, kita akan berikan penyuluhan seputar ilmu komputer” imbuh pria berkaca mata itu, , Kamis (30/9).

Kepada para Dosen, sambung Ismail,” saya turut berikan semangat untuk segera mengurus pangkat akademis dan sertifikasi sesuai dengan pangkatnya. Diharapkan, agar beberapa dosen dari STKIP Budidaya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih lanjut untuk menunjang kualitas individu.

” sekarang ini ada beberapa dosen yang sedang ikut S3, untuk itu, diharapkan diikuti oleh dosen lainnya,” pungkasnya lagi. (Bew)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here