Stok Kantong Darah Menipis, PMI Medan Buka Layanan Donor Darah

0
47

Suarabinjai–PMI Kota Medan masih membuka layanan donor darah di Bundaran Majestik Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (28/7/2020).

Pelaksanaan donor darah dilakukan tepat di pelataran depan tugu Majestik yang banyak lalu lalang kenderaan bermotor.

Dokter Aftap Unit Donor Darah PMI Medan, dr Fina mengatakan bahwa UDD PMI Medan memang selalu membuka layanan donor darah jika tidak ada kegiatan donor darah dari mitra perusahaan ataupun instansi lainnya.

“Kalau untuk di sini memang kita biasanya kalau lagi sepi permintaan donor darah dari perusahaan atau instansi kita buka di sini. Enggak tentu memang waktunya. Tapi belakangan karena di masa pandemi ini sedikit yang mengadakan kegiatan donor, jadi kita lebih sering buka di sini dan di UDD PMI yang ada di Jalan Perintis kemerdekaan,” ujar dr Fina saat diwawancarai Tribun Medan di lokasi, Selasa (28/7/2020).

Dikatakannya, stok kantong darah Palang Merah Indonesia (PMI) Medan di masa pandemi turun drastis.

Pasalnya, tidak diperbolehkan nya kegiatan-kegiatan yang memancing keramaian menjadikan kegiatan kerjasama donor darah yang sudah direncanakan juga harus dibatalkan.

“Memang turun drastis karena enggak banyak yang mau donor darah karena alasan takut dan sebagainya. Sementara permintaan dari rumah sakit kan jalan terus,” tambah nya.

Layanan donor darah di Bundaran SIB hari ini dibuka mulai pukul 09.00 SIB hingga pukul 12.00 siang.

Terang dr Fina, hingga kini jumlah aman kantong darah yang seharusnya dimiliki PMI sangat jauh dari jumlah yang seharusnya.

Dari jumlah aman yang seharusnya tersedia sebanyak 1500 kantong darah, saat ini hanya tersedia 200 kantong darah di UDD PMI Medan.

“Memang persediaan kantong darah kita menipis, sejak Maret kemarin tepatnya saat diumumkan kasus pandemi covid-19 di Medan menjadikan kegiatan-kegiatan yang sudah kita rencana kan harus batal. Seharusnya jumlah aman itu ada 1500 kantong darah, namun sekarang hanya ada 200 kantong,” katanya.

Sementara itu, untuk program jemput bola yang dilakukan PMI Medan, terang dr Fina masih terus berlanjut. Minimal ada lima orang yang mau donor maka UDD PMI Kota Medan akan  datang dan memfasilitasi.

“Untuk sistem jemput bola juga masih terus dilakukan. Di mana minimal lima orang saja mau mendonorkan darahnya sudah bisa menghubungi PMI agar kita datang dan memfasilitasi,” tuturnya.

Karena jumlah yang menurun sangat signifikan ini, PMI mengajak masyarakat untuk bersedia mendonorkan darahnya. Bagi yang dalam kondisi sehat, tidak sakit, dan tidak habis bepergian ke luar kota.

“Untuk para pendonor yang sudah rutin mendonor kalau bisa tetap dilanjutkan donnor darahnya. Bagi yang mau mendonorkan darah bisa langsung datang ke Unit Donor Darah PMI Medan. Karena kita tidak bisa menunda atau menolak kebutuhan darah dari pasien yang membutuhkan,” pungkas Fina.

Amatan T ribun Medan di lokasi, beberapa pendonor tampak datang silih berganti. Meskipun menurut keterangan petugas, jumlah pendonor menurun signifikan.

Dari pagi tadi, terdapat 17 pendonor. Sementara biasanya sebelum pandemi jumlah pendonor di Bundaran Majestik bisa mencapai 50 pendonor.

Satu di antara pendonor adalah Irwan, ia mengatakan ketika lewat tidak sengaja melihat mobil donor darah PMI dan tergerak untuk mendonor.

“Biasanya memang rutin melakukan donor darah. Tadi kebetulan lewat jadi singgah sebentar,” ujarnya.

Mengetahui jumlah kantong darah yang berkurang drastis di masa pandemi, Irwan berharap masyarakat bersedia mendonorkan darahnya untuk membantu pasien yang membutuhkan.

“Ya harapannya bagi masyarakat mari mendonorkan darahnya. Karena donor darah itukan sehat sekaligus juga beramal. Terlebih di masa pandemi stok kantong darah semakin menipis,” katanya.

(Suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here