Surat cinta untuk Pak Mentri

0
355

Suarabinjai.com

“Dari Aceh ke Papua singgah sebntar di tanah Jakarta
Mnjadi guru itu tugas mulia
Kami sungguh merasa bangga”

Kami doakan smoga Bapak senantiasa dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT.,
Manusia boleh berencana walau kenyataan kadang berbeda,
Bapak Mentri pendidikan yg kami banggakan, hari hari kami sekarang terasa hampa , berbeda dengan hari sebelumnya,
Dulu kami saling sapa dalam dunia nyata,kini hanya tulisan ,photo dan video wajah wajah hebat mereka dari dunia Maya., Biasanya setiap pagi kami mndengar suara gemuruh langkah kaki para siswa yg takut terlambat ke sekolah,klakson kenderaan dan lalu lalang manusia sebagai pertanda jam pelajaran akan bermula.
Ada kesal,tawa canda,sedih selalu beriring bergantian melihat tingkah unik mereka.
Setiap waktu kami terus begitu, tapi rasa kesal dan sedih akan berganti dengan Air mata bahagia saat menemukan talenta mereka, apalagi di saat yg sama sms banking masuk petanda gaji telah diterima, tidak bnyak pak,tapi kami syukuri apa yg ada,kalau jumlahnya dikumpul 3 kali puasa 3 kali lebaran,belum cukup pak beli kenderaan bekas seperti ‘apanza’ dan ‘senia’ walau ditambah dengan penghasilan tambahan usaha jual pulsa. Tapi tidak mengapa sebab kami ini kan pahlawan tanpa tanda jasa,kami tetap bahagia yang penting anak anak kami bisa sekolah dan makan makanan 4 sehat 5 sempurna.,agar mereka juga bisa hebat dan menjadi penerus generasi bangsa.
Bapak menteri kita tak bisa salahkan siapa pun,kecuali PANDEMI Covid 19 ini., Hebatnya iya mampu melumpuhkan sendi sendi kehidupan normal manusiawi

Bapak Mentri yg baik hati, kami sedang dalam dilema menyayat hati,sebahagian teman guru swasta kami sudah cuti dan tak mengajar lagi, sebab sekolah tidak lagi sanggup menggaji,karena dana kutipan dari siswa siswi tak lagi selancar sebelum pandemi.
Baru 3 bulan iya mnyerang ,tapi kami sudah “setengah mati”
Bapak menteri kami mndengar akan ada wancana proses pembelajaran daring sampai 2021 bulan januari., Ini berarti kemungkinan sekolah swasta sperti kami akan mengalami kendala dalam pengutipan biaya spp siswa siswi, kalau ini terjadi kami pasti tak lagi bergaji,kecuali dari dana sertifikasi, bagi mereka yg sudah disertifikasi.,
Bapak Mentri, kami yakin dengan sepenuh hati ,Bapak pasti punya jalan terbaik bagi kami, sebab pendidikan tak boleh berhenti sebagai pilar kemajuan peradaban bumi.
Bapak Mentri yang kami kagumi,sekiranya berkenan Sudilah kiranya mervisi atau mmbuat kebijakan selama pandemi dengan alokasi dana BOS sebagai prioritas untuk gaji kami para guru swasta dan honorer, atau mungkin masih ada sumber lain yang kami tidak mengetahuinya,tak masalah pak,kami ikhlas menerimanya. Kami tak ingin fokus kami terbagi antara siswa dan dana.
Demikian isi hati ini pak
Badai pasti berlalu
Langit cerah akan membiru.
Maafkan kami pak jika salah dalam meminta
Semoga Allah SWT.memberikan jalan terbaik bagi para pendidik dan insan terdidik.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here