Home HUKUM & KRIMINAL Tamba Nasution Bacok Suami Adiknya hingga Tewas karena Marah Diintip saat Bercinta...

Tamba Nasution Bacok Suami Adiknya hingga Tewas karena Marah Diintip saat Bercinta dengan Istri

-

Suarabinjai,–Seorang pria bernama Rinto Harahap (27), warga Desa Mananti, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) tewas bersimbah darah setelah dibunuh oleh abang iparnya sendiri, pada Jumat (11/7/2019) sekitar pukul 10.00 WIB kemarin.

Aksi pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Tamba Tua Nasution (38), yang tak lain adalah abang ipar korban tergolong sadis. Karena korban tewas dengan alami putus tangan kiri yang ditemukan berada di atas meja, serta luka robek di leher dan bahu.

Pembunuhan itu ternyata dilatarbelakangi rasa sakit hati pelaku yang mendalam, hingga menyimpan dendam kesumat terhadap korban.

Saat diamankan oleh pihak kepolisian, tampak wajah pelaku Tamba tak terlihat sedikit menyiratkan wajah ketakutan saat diamankan polisi.

Tamba yang diamankan menggunakan kemeja motif bunga di dominasi warna biru, tampak tenang dan seolah tak gentar saat beberapa polisi berbadan tegap mengamankannya.

Pelaku yang berperawakan kurus dengan rambut cepak ini, tampak tenang dan wajahnya datar seperti tidak ada kejadian.

Hal itu dikuatkan, karena setelah membunuh korban, tersangka keluar dari kediaman korban dan memberitahukan kepada warga kalau dirinya sudah membunuh adik iparnya.

Pelaku keluar rumah, sambil berkata ‘madung hubunuh ia’ (sudah kubunuh dia) dan terus melarikan diri ke belakang rumahnya.

Pihak Polres Tapsel yang mendapat informasi itu, langsung bergerak cepat dan bersama Polsek Padang Bolak langsung mengamankan tersangka.

Dari lokasi, kita amankan barang bukti sebilah egrek dengan tiang kayu panjang berkisar satu meter,” kata Kasatreskrim Polres Tapsel AKP Alexander Piliang, Senin (15/7/2019).

“Kemudian kemeja lengan pendek dan celana pendek milik pelaku dengan bercak darah,” sambungnya.

Dari keterangan tersangka, ternyata dirinya kerap diintip korban saat sedang bersetubuh dengan istri, sehingga dirinya merasa terhina dan dendam terhadap korban.

Korban dan tersangka merupakan ipar. Mereka ini ipar, adik tersangka istri korban. Pembunuhan terjadi di kediaman korban setelah tersangka mendatanginya.

Mengenai detail, pembunuhan yang dilakukan Tamba, Alexander belum bisa membeberkan secara rinci.

“Sejauh ini, kasusnya ditangani kepolisian sekitar, sabar ya. Kalau ada informasi segera dikabarkan,” ujar Alexander.

Tamba Nasution Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun, Bunuh Adik Ipar karena Marah Diintip saat Bercinta

Aksi pembunuhan yang dilakukan Tamba Tua Nasution (38) warga Padang Lawas Utara (Paluta), Sumut, kepada adik iparnya Rinto Harahap (27), terbilang sadis.

Selain memutuskan tangan korban, leher dan bahu Rinto juga sobek terkena sabetan egrek (arit) yang dilakukan oleh Tamba.

 Karena sadisnya pembunuhan itu, muncul dugaan kepermukaan bahwa Tamba ingin memutilasi korban.

Menanggapi soal itu, Kasatreskrim Polres Tapsel AKP Alexander Pilliang saat dikonfirmasi membantah adanya dugaan yang beredar pelaku ingin memutilasi korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, putusnya tangan Rinto diduga karena tajamnya agrek yang digunakan.

“Kalau mutilasi tidak. Tangan korban putus karena egrek yang dipakai pelaku habisi nyawa adiknya sangat tajam. Itulah penyebabnya,” kata Alexander, Senin (15/7/2019).

Mengenai detail, pembunuhan yang dilakukan Tamba, Alexander belum bisa membeberkan secara rinci. Sejauh ini, kasusunya ditangani kepolisian sekitar.

“Sedang diproses dan penanganan kami serahkan ke Polsek Gunung Tua,” ujarnya.

Dijelaskan Alexander, peristiwa pembunuhan tersebut itu terjadi dirumah Rinto Harahap yang berada di Desa Mananti, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Padang Lawas (Paluta) Jumat (12/7/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Usai membunuh, Tamba memberitahukan kepada warga yang berada di sekitar rumah korban, kalau dirinya telah membunuh Rinto, sebelum akhirnya lari ke perkebunan warga.

Dia (Tamba), saat itu keluar sambil berkata ‘madung hubunuh ia’ (sudah kubunuh dia) dan terus melarikan diri ke belakang rumahnya.

Polisi yang mendapat informasi itu langsung turun ke lapangan dan sekitar pukul pukul 16.05 WIB polisi berhasil mengamankan tersangka.

“Motifnya karena sakit hati. Karena korban sering mengintip pelaku saat sedang bersetubuh dengan istrinya. Sehingga pelaku merasa terhina dan dendam terhadap korban,” beber Alexander.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, hukuman berat sudah menanti Tamba di depan mata.

Tersangka akan dijerat pasal 388 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegas Alexander.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Hari Pertama PPDB SMPN 1 Binjai di Padati Warga

Binjai, SB Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hari pertama di SMPN 1, Jalan Sultan Hasanuddin, Kec. Binjai Kota, dipadati warga, Selasa (2/7/2019).

15 Teknik Mengajar Guru Masa Kini

Menjadi guru merupakan pekerjaan yang menuntut pembaharuan di setiap harinya. Pembaharuan tersebut tak hanya berdasarkan instrument dalam pengajaran, namun dituntut untuk cerdas...

Guru Swasta di Binjai Belum Terima Dana Sertifikasi 3 Triwulan

Binjai, SB Guru guru sekolah swasta yang ada di kota Binjai hingga sekarang belum juga menerima dana sertifikasi selama 3 triwulan yang seharusnya...

Bermuasal Tanah 1,5 Hektare, ST Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Keluarga Pensiunan Polisi

Suarabinjai,-- Polda Sumut bersama Polres Dairi berhasil mengamankan 7 orang yang diduga pelaku percobaan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Kelurahan Tiga Lingga, Kabupaten...

Undangan ke Medan, Sekeluarga Tewas dalam Kecelakaan Bus Sempati Star vs Xenia, 9 Orang Korban

Suarabinjai, - Bus Sempati Star bernomor polisi BL 776 AA terlibat tabrakan dengan minibus Daihatsu Xenia BK 1085 ZS. Kecelakaan itu...