Tiga Pengedar Sabu 15 Kg dan Ekstasi 20 Ribu di Medan Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

0
103

Suarabinjai–Tiga tersangka pengedar sabu 15 kilogram dan 20 ribu ekstasi, TZ (47) dan pengedar 460 gram KS (49) dan IE (23), terancam penjara seumur hidup.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menegaskan pihaknya menjerat para pelaku dengan empat pasal berlapis.

“Para tersangka dijerat dengan tindak pidana pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 junto 111 ayat 1 junto passal 132 Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tuturnya saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Jumat (24/7/2020).

Ia menyebutkan pasal tersebut dapat menjerat para pelaku dengan penjara seumur hidup dan 20 tahun apabila terbukti di persidangan.

“Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum melakukap permufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling sinekat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” ungkapnya.

Riko Sunarko menyebutkan bahwa dengan dengan terungkapnya dua jaringan ini telah menyelamatkan 174.600 orang.

Bahkan untuk penggunaan sabu tersebut apabila terjual di masyaeakat akan mencapai Rp 6,18 miliar.

“Harga analisa sementara dimana 1 gram paket sabu bisa digunakan oleh 10 orang total ada 15.460 gram sehingga total pengguna 154.600 orang. Dimana harga sabu per kilogram seharga Rp 400 juta dan total dikali 15,46 kg seharga 6,180.000.000,” tutur Riko.

Sementara untuk pengungkapan pil ekstasi dapat menyelamatkan 20 ribu orang.

“Untuk pil ekstasi sebanyak 20 ribu butir harga estimasi ekstasi 100 ribu total Rp 2 miliar,” bebernya.

Pengakuan TZ Jual 10 Kg Seminggu

Pengedar sabu 15 kilogram dan pil ekstasi 20 ribu butir, berinisal TZ (47) membeberkan bahwa dirinya telah dua kali menjual paket sabu seberat 10 kilogram dalam kurun seminggu.

Hal ini terungkap saat TZ ditanyai oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Jumat (24/7/2020).

“Saya sudah dua kali sebelumnya (jual) sabu 10 kilogram dan 10 kilogram itu sudah habis semua pak,” tutur tersangka TZ.

Hal yang lebih mencengangkan, TZ menjual paket sabu 10 kilogram tersebut hanya dalam waktu 1 minggu.

“Cuma butuh waktu satu minggu itu pak sudah habis 10 kilogram. Jadi 20 kilogram itu habis seminggu-seminggu saja,” cetusnya.

TZ menyebutkan dirinya mendapatkan upah sebesar 3 juta untuk per kilo sabu tersebut.

Ia berdalih terjun ke dunia narkoba tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya dapat 3 juta per kilogramnya, ya saya mau kerja gini untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Saya seorang petani biasa,” ungkapnya.

Sementara untuk penjualan ekstasi tersebut, TZ mengaku baru kali ini melakukannya.

“Jadi untuk yang pil ekstasi ini baru kali ini saya tekuni. Saya nunggu perintah saja dari bos saya, BR,” cetusnya.

Satres Narkoba Polrestabes Medan berhasil menangkap tiga tersangka dengan barang bukti sabu 15 kilogram dan 460 gram serta pil ekstasi 20 ribu butir yang hendak diedarkan di Kota Medan.

Sementara itu, tiga tersangka yang dihadirkan saat pemaparan kasus, terlihat pincang karena ditembak tim Satres Narkoba Polrestabes Medan.

Kombes Riko menuturkan bahwa untuk jaringan sabu 15 kg dengan tersangka TZ (47), juga ditemukan 20 ribu pil ekstasi.

Tersangka diamankan di Jalan Pinang Baris Kecamatan Medan Sunggal.

“Pada 20 Juli 2020 Tim Satres Narkoba menerima informasi bahwa diduga ada bandar narkoba di wilayah kita, lalu pukul 20.00 WIB, tim berhasil mengamankan tersangka TZ di Jalan Pinang Baris Medan. Dari yang bersangkutan berhasil diamankan 15 kilogram narkotika jenis sabu dan 20 ribu butir ekstasi,” tuturnya saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Jumat (24/7/2020).

Riko menyebutkan bahwa barang haram tersebut dipasok oleh bandar berinisial BR yang masih diburu personel Satres Narkoba.

“Menurut pengakuan TZ bahwa yang bersangkutan diperintahkan oleh tersangka BR yang saat ini masih DPO yang sedang dikejar tim,” sebutnya.

Lebih lanjut dari pengakuan tersangka TZ menerima upah sebesar Rp 3 juta per 1 kilogram dari hasil penjualan.

“Dan dari 15 kilogram ini apabila berhasil dipasarkan akan menerima imbalan 45 juta rupiah,” tuturnya.

Riko menyebutkan tersangka TZ berumur 47 tahun, merupakan warga Jalan Swadaya Medan Sunggal.

Lalu ia melanjutkan untuk TKP lainnya berhasil meringkus dua tersangka berinisial KS (49) dan IE (23) tahun yang merupakan target operasi.

KS merupakan warga Dusun IX Rambungan II Gang Pancasila Desa Bandar Klippa, Percutseituan, Deliserdang.

Sedangkan IE merupakan warga Dusun IX Rambungan II Gang Mawar Desa Bandar Klippa, Percutseituan, Deliserdang.

“Kemudian ada TKP lainnya di 22 Juli 2020, melakukan penindakan terhadap saudara KS yang merupakan TO (target operasi) tim Satres Narkoba di Hotel Alam Indah Jalan Jamin Ginting, Medan. Pada saat ditangkap didapati 1 bungkus kertas daun ganja berat 0,7 kg,” ungkap Riko.

Selanjutnya, dari hasil pengembangan ditemukan barang bukti lainnya dari tangan IE di Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan.

“Setelah dikembangkan tim menemukan tersangka IE di pasar Desa Bandar, Percutseituan kemudian dari yang bersangkutan disita 12 bungkus plastik klip berisikan narkotika jenis sabu 460 gram,” ungkapnya.

(Suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here