TNGL akan Terjunkan Tim Investigasi Matinya Ikan di Sei Batang Serangan

0
175

Ribuan ikan ditemukan mati di sepanjang aliran sungai hingga di tempat pemeliharaan keramba warga Pulau Banyak, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat.

Ikan-ikan yang mati tersebut antara lain ikan mas, nila bangkok, ikan patin, gurami, bawal dan tawas, dan beserta udang tambak yang menggunakan air sungai dengan ukuran yang berbeda.”Habis semua mati ikan yang di keramba, mulai yang kecil sampai yang besar tidak ada yang tersisa,” ujar Syaiful, Senin (29/3/2021) pagi.”Kemarin sudah banyak juga yang mati bang. Kalau enggak salah ada dua kolam keramba, tapi hari ini semuanya mati tak adalagi yang tersisa,” ungkapnya seraya mengaku belum bisa menghitung kerugiannya.

Menurut Syaiful, banjir lumpur kali ini adalah yang terparah. Kalau selama ini setiap banjir lumpur ikan masih bisa diselamatkan, satu hari enggak dikasig makan, besoknya ikan sudah segar lagi.”Tapi banjir lumpur ini berbeda. Ikan tak bisa bernapas karena insangnya dipenuhi lumpur. Kita enggak tahu apa yang terjadi di hulu sungai sana hingga menyebabkan banjir lumpur yang begini dahsyatnya,” bebernya.

Bila melihat fenomena ini, sambung dia, dalam setahun ke depan pasti kesulitan mendapatkan ikan sungai. Bayangkan saja, banjir yang terjadi di Sungai Batang Serangan itu menyebabkan sedikitnya 5 ton ikan mati dari berbagai jenis.”Jadi saya rasa, pemerintah harus turun tangan menyelidiki melalui dinas terkait. Sebenarnya ada apa di hulu sungai sana, kalau disebabkan erosi atau ada tebing yang runtuh sepertinya tidaklah separah ini,” ungkap Syaiful.

Terpisah kasubbag Evalab/Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BB TNGL) Sudiro saat dikonfirmasi Rabu (31/3/2021) mengaku belum menerima informasi resmi dari TNGL Wil VI. Sementara, Kepala Seksi Wilayah VI SPTN Batang Serangan Octo Manik saat dikonfirmasi tidak menampik adanya titik longsor di daerah hulu.Dikatakannya, sebelum tragedi banjir tim telah melaksanakan patroli rutin ke daerah hulu. Minggu kedua setiap bulan, sehingga tim masih berada di hutan namun bukan bertugas investigasi.”Bulan depan kita turunkan tim investigasi ke daerah hulu untuk memastikan penyebab aliran sungai bercampur lumpur yang menyebabkan ikan mabuk dan mati,” bebernya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here