Beranda BISNIS & EKONOMI Videonya Viral, Petani Lampung Ini Buang Tomat Berton-ton ke Dalam Jurang

Videonya Viral, Petani Lampung Ini Buang Tomat Berton-ton ke Dalam Jurang

-

Suarabinjai,  – Beredar di aplikasi pesan WhatsApp video memperlihatkan petani buang tomat berton-ton ke dalam jurang di Lampung Barat.

Harga tomat yang anjlok hingga Rp 500 per kilogram (kg) membuat para petani merugi puluhan juta rupiah.

Dalam dua bulan terakhir, harga tomat terus mengalami penurunan termasuk di Lampung Barat.

Kondisi itu membuat seorang petani terlilit utang hingga Rp 70 juta.

Mirisnya, ia menggadaikan tanahnya untuk modal menanam tomat.

Karena frustrasi, sejumlah petani buang tomat berton-ton ke dalam jurang.

Peristiwa itu terlihat dalam sebuah video viral yang beredar di WhatsApp.

Dalam video itu, mereka meminta pemerintah segera menyikapi anjloknya harga tomat.

Hal tersebut agar petani tidak merugi.

Usut punya usut, video viral tersebut dibuat di Pekon Sedampah, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat beberapa hari lalu.

Begini Videonya :

Tidak Laku

Dari informasi yang dihimpun, video itu dibuat seorang warga Dusun Sampot, Desa Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat bernama Fredi.

Saat hendak ditemui, Fredi tidak berada di tempat.

Alhasil, wartawan bertemu dengan sepupunya, Siti Kotimah.

Siti Kotimah juga bertani tomat di Desa Padang Cahya yang juga ikut dalam aksi buang tomat berton-ton ke dalam jurang.

Siti dan Fredi membuang tomat-tomat tersebut karena kecewa harganya yang anjlok.

Sementara, persediaan sangat melimpah.

“Kita buang karena tidak laku. Biasanya ngirim tomat ke Bandar Lampung, Palembang, dan Jakarta,” jelas Siti, Rabu (4/9/2019).

Siti menyebutkan, setiap peti berisi tomat hanya bernilai Rp 10 ribu.

“Satu peti 50 kilogram. Dengan harga cuma Rp 500 per kilogramnya, artinya dari satu peti hanya mendapat Rp 25 ribu.”

“Sedangkan, harga petinya aja Rp 10 ribu dan biaya ojek Rp 10 ribu,” ungkapnya.

Itu belum termasuk ongkos petik Rp 50 ribu per orang per hari.

“Dari 500 peti, baru dapet Rp 5 juta. Sedangkan modal Rp 35 juta. Paling dari 1 kilo kita dapat Rp 100,” beber Siti.

Menurut Siti, tidak sedikit petani tomat yang terlilit utang.

Mereka terpaksa meminjam modal dengan nominal minimal Rp 15 juta. 

“Karena modal untuk satu gulung atau tiga rantai (1 rantai setara 400 meter persegi) hanya menghasilkan 100 peti.”

“Saya modalnya tiga gulung atau sembilan rantai, hasilnya sampai 500 peti atau 25 ton dengan modal Rp 35 juta,” ungkap Siti.

Siti menjelaskan, harga tomat tertinggi pernah mencapai Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kg.

Tapi, itu sekitar tiga bulan lalu.

Selama dua bulan terakhir, kata dia, harga tomat terus mengalami penurunan hingga hanya Rp 500 per kg.

“Kami petani tomat berharap, walaupun murah tapi jangan terlalu. Jadi walaupun rugi, tidak terlalu banyak. Paling tidak modal kita balik. Ya paling murah minimal Rp 1.500,” tuturnya.

“Kalo agen tidak akan susah. Karena mereka dapat menyesuaikan harga.”

“Jadi naik atau turun, mereka nggak masalah. Tapi kalo petani pasti susah,” pungkasnya.

Akibat harga yang terjun bebas tersebut, para petani melakukan aksi buang tomat berton-ton ke dalam jurang di Lampung Barat.

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA UTAMA

Masyarakat Binjai Dihimbau Untuk Tidak Berdesakan Dalam Mencairkan BST

Binjai, SB Kepala kantor Pos kota Binjai Wasnal Fuadi menghimbau kepada warga untuk mengindari penumpukan saat mengambil Bantuan Sosial...

Diduga Memeras Kontraktor, Ketua OKP Ditangkap Polisi

Binjai, SB Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Binjai YI alias ID, diamankan personel Polres Binjai karena diduga...

Terkait OTT Ketua OKP, Kerumunan Pemuda Protes Didepan Polres Binjai

Binjai, SB Sejumlah Organisasi Kepemudaan (okp) di Binjai melakukan protes terhadap Polisi Resort Binjai,...

Wali Kota Binjai Akan Buat Perwal Wajib Penggunaan Masker

Binjai, SB Wali Kota Binjai, Muhammad Idaham berencana akan menandatangani Peraturan Walikota (Perwal)  tentang kewajiban warga kota memakai masker...

Tim Gabungan Lakukan Rapid Tes Massal Sambut HUT Kota Binjai ke 148

Binjai, SB Sambut HUT kota Binjai ke 148, Tim gabungan Pemko Binjai lakukan rapid tes secara massal dan menghimbau...