Jam Dinding di Alun-alun Kota Ini Hanya Sampai pada Angka 11 Serta 11 Hal lain,Ini Kisah di Baliknya

0
683

Suarabinjai, – Solothurn merupakan sebuah kota yang sangat indah, yang terletak di sebelah barat laut Swiss. Selain terkenal dengan keindahannya, satu hal yang membuat daerah ini unik, yaitu kedekatan khusus dengan angka 11.

Hampir semua hal di tempat ini dirancang sesuai dengan angka ini.

Seperti misalnya, di sini terdapat 11 gereja dan kapel. Terdapat juga sebelas air mancur, sebelas museum dan sebelas menara di Solothurn. Sampai-sampai, pada jam besar di alun-alun kota, mereka tidak menampilkan angka 12, hanya sampai di angka 11.

Meski hampir semua orang mengetahui obsesi kota ini pada angka 11, namun tak banyak yang mengetahui fakta dibalik itu semua.

Beberapa mengatakan, ini terinspirasi dari legenda rakyat tentang peri ajaib yang turun dari gunung Weissenstein untuk menyemangati orang-orang Solothurn untuk bekerja lebih keras.

Penduduk yang bersyukur mulai memasukkan angka 11, atau ‘elf’ dalam bahasa Jerman, sebagai penghargaan untuk bantuan makluk itu.

Tetapi ada juga yang mengklaim bahwa angka 11 memiliki konotasi Alkitab, menganggapnya suci dan profetis.

Satu hal yang pasti, obsesi Solothurn dengan angka ini dapat ditelusuri berabad-abad yang lalu.

Penyebutan pertama dari 11 dalam sejarah Solothurn dimulai pada tahun 1252, ketika masyarakat pertama kali memilih 11 orang anggota dewan.

Mike MacEacheran

Kemudian, pada 1481, Solothurn menjadi kanton ke-11 dari Konfederasi Swiss, dan seabad kemudian ia dibagi menjadi 11 protektorat.

Fakta bahwa  pada abad pertengahan, terdapat 11 kelompok masyarakat yang berbeda, atau gilda.

Contoh lain dari obsesi Solothurn terhadap angka 11 adalah Katedral St. Ursus yang megah. Bangunan itu dirancang oleh arsitek Italia Gaetano Matteo Pisoni yang dibangun dalam waktu 11 tahun.

Menampilkan tiga set langkah, masing-masing berjumlah 11 baris, 11 pintu, 11 bel dan 11 altar, salah satunya terbuat dari 11 jenis marmer yang berbeda.

Getty Images

Menariknya, altar dapat dilihat secara bersamaan, hanya dari satu tempat di katedral, yaitu batu hitam ke 11 di lorong gereja.

Tempat berlutut di katedral diatur dalam 11 baris bangku, dan bahkan jumlah pipa pada organ besar dapat dibagi dengan 11.

Fasad Romawi berukuran 3 x 11 meter dan menara berukuran 6 x 11 meter ke atas. Semua hal di tempat ini serba angka 11.

Selain infrastruktur kota, warga Solothurn juga menaruh ketertarikan terhadap angka 11 di kehidupan sehari-hari mereka.

Misalnya, perayaan khusus pada ulangtahun ke-11 dan kelipatannya, produk dan bisnis lokal dengan menaruh nomor itu pada produk mereka, dan sebagainya.

Getty Images

Jadi, selain pemandangan tempatnya yang indah, hubungan misterius antara kota Solothurn dan nomor 11 sudah menjadi daya tarik bagi turis. Dan bahkan ada tur bertema tentang nomor 11.      

(suarabinjai.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here