Partai PKS dan Nasdem Bertemu Jelang Pemilu

0
27

Langkat, SB
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bersilaturahmi ke gedung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Kedatangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS dan jajaran sendiri disambut hangat oleh Surya Paloh, yang juga menjabat sebagai ketua umum.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut yang juga dari Fraksi PKS Hendro Susanto, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengakui, agenda silaturahim DPP PKS ke Partai Nasdem merupakan komunikasi strategis oleh PKS ke pimpinan partai politik.

Terlebih, pertemuan dilakukan bertepatan setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem dan sekaligus Milad PKS ke 20 tahun. Diwaktu bersamaan juga PKS melakukan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas).

“Pertemuan PKS dan Nasdem tidak ada kaitannya dengan hasil pengumuman nama Calon Presiden (Capres) oleh Partai Nasdem,” kata Hendro Susanto.

Menurutnya, pertemuan yang dilakukan murni silaturrahim kebangsaan. Kedepan, ini akan menjadi model berkomunikasi dalam membahas hal-hal strategis, untuk terus melayani rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dibalik silaturrahim strategis, PKS ingin menjaga semangat demokrasi, transformatif dan berkolaborasi terhadap permasalahan bangsa,” ungkap dia.

Dalam agenda kepemimpinan kedepannya (Capres dan Cawapres 2024), jelas dia, bahwa PKS siap memberikan kader terbaiknya untuk bangsa Indonesia, yakni DR Salim yang saat ini sebagai ketua Majelis Syuro PKS.

Lebih lanjut dikatakanya pengalaman DR Salim tentu luar biasa, beliau pernah menjabat Duta besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk negara Arab Saudi dan Oman tahun 2005 – 2009, lalu menteri Sosial RI tahun 2009 – 2014.

Oleh karena itu, menurut Hendro Susanto, setelah pertemuan silaturrahim kebangsaan yang dilakukan, ada 3 Kesepakatan PKS-Nasdem. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh rasa persaudaraan.

Kedua partai politik sepakat untuk membangun kesadaran masyarakat untuk tetap mengungkapkan harkat dan martabat diri, dalam hal ini sebagai warganegara Indonesia dalam nilai-nilai Pancasila di atas kepentingan kelompok dan golongan.

“Kemudian menjadikan Pemilu serentak 2024 sebagai instrumen demokrasi yang penuh semangat toleransi dan persatuan bangsa,” pungkas Hendro, sembari mengakui menyepakati persiapan kerjasama menyambut Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. (Yud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here